Penyebab Anemia Pada Bumil

 Penyebab dan Prosedur Penentuan Anemia Pada Ibu Hamil Anemia adalah masalah maternal yang signifikan selama kehamilan. Kadar hemoglobin yang kurang dari 11 g/dL atau hematokrit yang kurang dari 33% hendaknya dievaluasi dan diterapi untuk menghindari transfusi darah dan komplikasinya (Biswas, 1994). Anemia ibu hamil adalah kondisi dimana sel darah merah menurun atau menurunnya kadar Hb […] Continue reading →

Environmental Health Definition

Basic Of Environmental Health Environmental health is a multi-disciplinary science that studies the dynamics of the interactive relationship between a group of people with a variety of changes in components of the human environment that could be expected to cause health problems in the community and efforts to control and prevention. In its broadsense, environmental […] Continue reading →

Nutrisi Zat Besi

Hubungan Status Gizi dengan Zat besi Status gizi dipengaruhi oleh PMT-P dan asupan energi, protein dan zat besi yang diperlukan untuk sintesis hemoglobine. Zat besi merupakan mikro mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia dan hewan, yaitu sebanyak 3-5 mg dalam tubuh manusia dewasa. Besi mempunyai fungsi esensial sebagai alat untuk mengangkut oksigen dari […] Continue reading →

Prosedur Pengendalian Pencemar dalam Ruangan

 Metode Pengendalian Pencemaran Bau dan Jamur dalam Ruangan (Tulisan ini sebagai lanjutan seri pencemaran udara) Yang dimaksud dengan bau- bauan di lingkungan kerja adalah bau yang tidak enak dan mengganggu kenyamanan kerja. Bau- bauan dapat mengganggu kesehatan dan produktivitas kerja.Di lingkungan kerja, menurut Sudrajat (1989), bau- bauan dapat dikendalikan  antara lain dengan cara sebagai berikut: […] Continue reading →

Perilaku dan Pencemaran Makanan

Cara Efektif Memutus Sumber Pencemaran Makanan denganCuci Tangan Pakai Sabun Sebagaimana diketahui, flora bakteri yang terdapat pada kulit manusia adalah Staphylococcus epidermis (non patogenik) dan S. aureus bakteri ini dapat berkembang biak dalam makanan dan membentuk toksin dan dapat menimbulkan keracunan makanan. Proses terjadinya pencemaran makanan, selain akibat tubuh dapat pula karena prilaku pengelola makanan. […] Continue reading →

Faktor Resiko Kencing Manis

Diagnosa dan Cara Hindari Faktor Resiko Diabetes Mellitus Diabetes mellitus atau kencing manis adalah penyakit dengan karakteristik kelebihan gula dalam darah setelah makan dan gula dalam urin yang tidak normal. Ketika tubuh tidak menyerap glukosa dari darah secara efektif maka gula akan berada dalam darah dalam jangka waktu yang cukup lama. Diabetes mellitus merupakan salah […] Continue reading →

Meningkatkan Status Gizi dengan Zat Besi

Pentingnya Zat Besi untuk Meningkatkan Status Gizi Balita Status gizi dipengaruhi oleh PMT-P dan asupan energi, protein dan zat besi yang diperlukan untuk sintesis hemoglobine. Zat besi merupakan mikro mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia dan hewan, yaitu sebanyak 3-5 mg dalam tubuh manusia dewasa. Besi mempunyai fungsi esensial sebagai alat untuk mengangkut […] Continue reading →

Environmental Health

Basic Of Environmental Health Environmental health is a multi-disciplinary science that studies the dynamics of the interactive relationship between a group of people with a variety of changes in components of the human environment that could be expected to cause health problems in the community and efforts to control and prevention. In its broadsense, environmental […] Continue reading →

Penghambat Absorbi Zat Besi

 Faktor yang menghambat dan membantu absorbi zat besi Faktor yang mempengaruhi absorbsi besi dalam tubuh adalah bentuk besi, asam organik, asam fitat, tanin, dan tingkat keasaman lambung. Selain itu, faktor-faktor lainnya adalah faktor intrinsik dan kebutuhan tubuh. Diperkirakan 5 15% besi makanan diabsorbsi oleh orang dewasa yang berada dalam status besi yang baik. Bentuk besi […] Continue reading →

Bahaya Anemia Bagi Balita

Pengertian dan Bahaya Anemia Zat Besi Bagi Balita Anemia merupakan keadaan dimana terjadi penurunan kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dari nilai normal untuk kelompok tertentu didasarkan atas umur dan jenis kelamin. Kadar haemoglobin pada Balita sebesar 11 gram %. Terdapat tiga tingkatan defisiensi besi, yaitu  (Gibson, 1990)  :Hilangnya Zat Besi (Iron Depletion). […] Continue reading →