Archives for 

Sanitarian Guide

Standar Sanitasi Alat Makan

 Faktor Alat Makan sebagai Media Penularan Penyakit pada Makanan Menurut Petunjuk Pemeriksaan Mikrobiologi Usap Alat Makan dan Masak, Pusat Laboratorium Kesehatan Depkes RI, 1991, salah satu sumber penularan penyakit dan penyebab terjadinya keracunan makanan adalah makanan dan minuman yang tidak memenuhi syarat higiene. Keadaan higiene makanan dan minuman antara lain dipengaruhi oleh higiene alat masak […] Continue reading →

Pengertian Kesehatan Lingkungan

 Definisi dan Pengertian Kesehatan Lingkungan Pengertian Kesehatan Lingkungan sehat menurut WHO adalah “Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yg tidak hanya berarti suatu keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.”. Sementara pengertian Lingkungan Menurut A.L. Slamet Riyadi (1976) adalah ”Tempat pemukiman dengan segala sesuatunya dimana organismenya hidup beserta segala keadaan dan kondisi yang […] Continue reading →

Standard Kualitas Air Minum

 Parameter Bakteriologis Air Minum Kualitas air minum ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, sesuai Permenkes 492/Menkes/Per/IV/2010, tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, yang mencantumkan parameter sebagai standar penetapan kualitas air minum, meliputi parameter fisik, bakteriologis, kimia, dan radioaktif. Parameter bakteriologis dan kimia (anorganik) merupakan parameter yang terkait langsung dengan kesehatan, sedangkan parameter fisik dan kimia […] Continue reading →

SOP Sanitarian

 Standard Operational Procedure Mengukur Sampel Kebisingan, Kepadatan Lalat, Kualitas Fisik Limbah Cair, dan Pemeriksaan Sampel Sampah dan Tanah   Beberapa teman Sanitarian tidak lulus uji kompetensi. Beberapa dari mereka memenyinggung transparansi nilai. Apakah memang kualifikasi nilai yang didapat dibawah standard kompetensi atau ada faktor (?) lain. Sementara banyak teman mereka “lulus-lulus saja”. Jangan-jangan kita memang […] Continue reading →

Beda E Coli dan Coliform

 Seputar Bakteri Coliform dan e Coli Bakteri jenis ini sudah sangat dikenal Sanitarian dan Rekan kesehatan masyarakat. Berikut sekilas informasi terkait bakteri indikator pencemaran tinja itu. Istilah coliform ditujukan kepada sekelompok bakteri bercirikan, berbentuk batang pendek gram-negatif, membentuk rantai, tidak berspora, aerobik atau anaerobik fakultatif, memfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam dan gas (CO2 dan H2) […] Continue reading →

Kesenangan Nyamuk DBD

 Bionomik Nyamuk Aedes  Aegypti Berbagai usaha untuk mengendalikan perkembang biakan vektor penyebab penyakit demam berdarah terus dilakukan, diantaranya dengan berusaha menekan kepadatan populasi nyamuk Ae. Aegypti. Berbagai kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan menghilangkan kontainer tempat bertelur nyamuk, merupakan salah satu contohnya. Usaha diatas dilaksanakan berangkat dari pengetahuan bahwa pengendalian dan pemberantasan musuh (baca Aedes […] Continue reading →

Indoor Air Pollution

 Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhi Pencemaran Udara Dalam Ruang Kualitas udara dalam ruang sangat mempengaruhi kesehatan manusia, karena hampir 90% hidup manusia berada dalam ruangan. Polusi Udara dalam ruang menjadi isu utama setelah Environmental Protection Agency (EPA) pada tahun 1998 mengumumkan studi polusi udara dalam ruangan lebih berat daripada di luar ruangan. Menurut EPA, polusi […] Continue reading →

Karakteristik Limbah Cair Tapioka

 Karakteristik dan Pengolahan Limbah Cair Tapioka Limbah cair dijumpai pada industri yang menggunakan air dalam proses produksinya. Mulai dari pra pengolahan bahan baku, seperti pencucian, sebagai bahan penolong, sampai pada produksi akhir menghasilkan limbah cair. Limbah cair ini tidak hanya bersumber dari air masuk melainkan air itu sendiri sudah ada dalam bahan baku dan harus […] Continue reading →

Minimisasi Limbah

 Berbagai Upaya Minimasi Limbah Minimisasi limbah adalah upaya untuk mengurangi volume, konsentrasi, toksisitas, dan tingkat bahaya limbah yang berasal dari proses produksi, dengan cara reduksi pada sumbernya dan/atau pemanfaatan limbah berupa reuse, recycle, dan recovery. Menurut Kepmenkes RI No. 1204 Tahun 2004, minimisasi limbah merupakan salah satu upaya untuk mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan oleh […] Continue reading →

Kriteria Jamban Sehat

 Standard dan Kriteria Jamban Sehat Tulisan ini merupakan sharing kami atas pertanyaan mas Tjok Agung Vidyaputra yang menanyakan tentang kriteria jamban sehat. Sebagian literatur diambil dari Water and Sanitation Program (WSP). Jamban Sehat secara prinsip harus mampu memutuskan hubungan antara tinja dan lingkungan. Sebuah jamban dikatagorikan SEHAT jika : 1. Mencegah kontaminasi ke badan air […] Continue reading →