Epidemiologi Salmonella

Ciri-ciri, Habitat, Infeksi, Patogenitas,dan cara Penularan Salmonella

Salmonella adalah bakteri gram negatif batang yang tidak berspora, tidak berkapsul, dan bergerak dengan flagella. Bakteri tersebut dapat tumbuh optimal dalam suhu 360C-370C. Spesimen yang dapat ditumbuhi bakteri Salmonella, antara lain darah, feses, urin, cairan serebrospinal makanan, minuman, dan air (Soemarno, 2000).

Epidemiologi salmonellaSalmonella adalah penyebab utama dari penyakit yang disebarkan melalui makanan (foodborne diseases). Pada umumnya, serotipe Salmonella menyebabkan penyakit pada organ pencernaan. Penyakit yang disebabkan oleh Salmonella disebut salmonellosis. Kontaminasi Salmonella pada produk makanan dapat mengakibatkan demam Salmonella tifoid dengan gejala demam tinggi, konstipasi, nyeri perut, pusing, kulit gatal dan timbul bercak-bercak berwarna kemerahan, bahkan kehilangan kesadaran (Armijn dan Snoeren, 2003). Ciri-ciri orang yang mengalami salmonellosis adalah diare, keram perut, dan demam dalam waktu 8-72 jam setelah memakan makanan yang terkontaminasi oleh Salmonella.

Gejala lainnya adalah demam, sakit kepala, mual dan muntah-muntah. Tiga serotipe utama dari jenis S. enterica adalah S. typhi, S. typhimurium, dan S. enteritidis. S. typhi menyebabkan penyakit demam tifus (Typhoid fever), karena invasi bakteri ke dalam pembuluh darah dan gastroenteritis, yang disebabkan oleh keracunan makanan/intoksikasi. Gejala demam tifus meliputi demam, mual-mual, muntah dan kematian. S. typhi memiliki keunikan hanya menyerang manusia, dan tidak ada inang lain. Infeksi Salmonella dapat berakibat fatal kepada bayi, balita, ibu hamil dan kandungannya serta orang lanjut usia. Hal ini disebabkan karena kekebalan tubuh mereka yang menurun. Kontaminasi Salmonella dapat dicegah dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi.(Wikipedia).

Berikut beberapa informasi epidemiologis salmonella:

Beberapa ciri Salmonella antara lain : Batang gram negative, Terdapat tunggal, Tidak berkapsul, Tidak membentuk spora, Peritrikus, Aerobik, anaerobik fakultatif, Patogenik, menyebabkan gastroenteritisMenurut reaksi biokimiawinya, salmonella dapat diklasifikasikan menjadi tiga spesies: S. typhi, S. choleraesuis dan S. enteriditis.

Habitat Salmonella: Terdapat pada kolam renang yang belum diklorin, jika terkontaminasi melalui kulit,akan tumbuh dan berkembang pada saluran pencernaan manusia.

Cara Infeksi Salmonella: Masuk ke tubuh orang melalui makanan atau minuman yang tercemar bakteri ini. Akibat yang ditimbulkan adalah peradangan pada saluran pencernaan sampai rusaknya dinding usus. Penderita akan mengalami diare, sari makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat terserap dengan baik sehingga penderita akan tampak lemah dan kurus. Racun yang dihasilkan bakteri Salmonella menyebabkan kerusakan otak, organ reproduksi wanita, bahkan yang sedang hamilpun dapat mengalami keguguran. Satwa yang bisa menularkan bakteri Salmonella ini antara lain primata, iguana, ular, dan burung.

Patogenesis salmonella: Menghasilkan toksin LT, Invasi ke sel mukosa usus halus, Tanpa berproliferasi dan tidak menghancurkan sel epitel, Bakteri ini langsung masuk ke lamina propria yang kemudian menyebabkan infiltrasi sel-sel radang.

Penularan Salmonella: Melalui makanan yang erat kaitannya dengan perjamuan makanan. Terjadi sakit perut yang mendadak. Jadi, melalui kontar makanan yang terjangkit atau terkontaminasi bakteri.

Refference, antara lain : Wikipedia dan Soemarno, P. 2000. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Klinik. Yogyakarta: Akademi Analis Kesehatan.

Incoming Search Terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.