Karakteristik air Limbah

Karakteristik Fisik dan Kimia Air Limbah yang Penting

Menurut Djabu (1990), air limbah adalah air yang bercampur zat padat (dissolved dan suspended) yang berasal dari kegiatan rumah tangga, pertanian, perdagangan dan industri. Air limbah industri dapat menjadi salah satu penyebab air tercemar jika tidak diolah sebelum dibuang ke badan air. Sementara terkait dengan air limbah domestik, terdapat beberapa penelitian yang yang menyebutkan bahwa dalam lumpur limbah domestik telah ditemukan adanya kandungan logam-¬logam berat.

Dissolved oxygen Kita harus paham pada karakteristik dan sifat air limbah, sehingga dapat dengan tepat melakukan usaha untuk mengelolanya, misalnya untuk keperluan desain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Karakteristik air limbah diperlukan untuk menentukan cara pengolahan yang efektif dan efisien.

Secara prinsip, karakteristik air limbah terbagi menjadi karakteristik fisik, kimia dan bakteriologis.

Karakteristik fisik :
Menurut Djabu (1991), karakteristik fisik yang sangat penting adalah kandungan total solid yang tersusun dari zat terapung, zat dalam suspense, zat colloidal dan zat dalam solution. Karakteristik fisik yang lain termasuk bau, temperature dan warna

Karakteristik kimia
Menurut Ginting (2008), karakteristik kimia air limbah antara lain :

  1. Biochemical Oxygen Demand (BOD):  adalah kebutuhan oksigen bagi sejumlah bakteri untuk mengurai atau mengoksidasi semua zat-zat organik yang terlarut maupun sebagai tersuspensi dalam air menjadi bahan organik yang lebih sederhana. Nilai ini hanya merupakan jumlah bahan organik yang dikonsumsi bakteri. Aktifnya bakteri-bakteri menguraikan bahanbahan rganik bersamaan engannya habis pula terkonsumsi oksigen. Habisnya oksigen terkonsumsi membuat biota lainnya yang membutuhkan oksigen menjadi kekurangan dan akibatnya biota yang memerlukan oksigen ini tidak dapat hidup. Semakin tinggi angka BOD semakin sulit bagi mahkluk air yang membutuhkan oksigen bertahan hidup.
  2. Chemical Oxygen Demand (COD): adalah sejumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat anorganis dan organis sebagaimana pada BOD, angka COD merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh zat anorganik.
  3. pH (keasaman air): Menurut Slamet (2010), air buangan yang mempunyai pH tinggi atau rendah dapat membunuh mikroorganisme air yang diperlukan untuk keperluan biota tertentu. Air yang netral dapat mencegah terjadinya pelarutan logam berat, pH yang tidak netral dapat melarutkan berbagai element kimia yang dilaluinya (Slamet, 2000). Sementara menurut Sanropie (1984), jika pH lebih kecil dari 6,5 atau lebih besar dari pada 9,2 maka akan menyebabkan korosifitas pada pipa¬pipa air yang dibuat dari logam dan dapat mengakibatkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang dapat mengganggu kesehatan manusia.
  4. Oksigen terlarut (DO):  Dissolved Oxygen atau DO tinggi menunjukkan keadaan air semakin membaik. Pengertian DO berlawanan dengan BOD. Semakin tinggi BOD semakin rendah oksigen terlarut. Kondisi oksigen terlarut dalam air dapat dijadikan indikator kehidupan ikan dan biota dalam perairan. Kemampuan air untuk mengadakan pemulihan secara alami banyak tergantung pada tersedianya oksigen terlarut.
  5. Amoniak. Keberadaan amonia merupakan indikator masuknya buangan permukiman (Sastrawijaya, 2000). Senyawa organik yang terdapat dalam limbah dan buangan, seperti protein, karbohidrat dan lemak dimanfaatkan oleh bakteri sebagai sumber makanan (Lutfi, 2006).
  6. Nitrit: Keberadaan nitrit merupakan salah satu indikator proses pengolahan berlangsung tidak sempurna. Nitrit tidak dapat bertahan lama dan merupakan keadaan sementara proses oksidasi antara amoniak dan nitrit. Nitrit tidak ditemukan dalam air limbah yang segar melainkan dalam limbah yang sudah basi atau lama. Nitrit bersumber dari bahan-bahan yang bersifat korosif dan banyak dipergunakan di pabrik-pabrik.
  7. Nitrogen: Nitrogen dalam air limbah pada umumnya terdapat dalam bentuk organik dan oleh bakteri dirubah menjadi nitrogen ammonia.
  8. Logam Berat: Logam berat dalam air limbah seperti tembaga, cadmium, air raksa, timah, chromium, besi dan nikel, arsen, selenium, cobalt, mangan dan aluminium.

Karakteristik biologi,
Terkait dengan karakteristik biologi ini, secara umum beberapa  mikroorganisme penting dalam air limbah dan air permukaan antara lain bakteri, jamur, protozoa dan algae. Mereka berperan penting dalam proses dekomposisi atau stabilisasi organik matter.

Refferensi, antara lain : Djabu, U, Kusmantoro, H ,dkk, (1990). Pedoman Bidang Studi Pembuangan Tinja dan Air Limbah, Pusdiknakes Depkes RI; Ginting, P. 2008. Sistem Pengelolaan Lingkungan dan Limbah Industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.