Kretin Endemik dan Sporadik

Beda Kretin sporadik Kretin endemik

Menurut Djokomoeljanto (1975), kretin merupakan syndrom yang disebabkan karena kekurangan yodium dan hormon tiroid yang terjadi pada permulaan kehamilan atau kekurangan yodium dan hormon tiroid pada umur sangat muda. Syndrom kretin ini mempunyai gejala  sangat komplek dengan bermacam manifestasi. Kretin merupakan gangguan akibat kekurangan yodium yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan mental serta gangguan motorik yang tidak dapat disembuhkan. Kretin sudah timbul sejak lahir, atau menjadi nyata dalam beberapa bulan pertama dari kehidupan. Manifestasi dini dari kretin antara lain ikterus fisiologik yang menetap, tangisan parau, konstipasi, somnolesia, kesulitan makan dan kesulitan untuk mencapai perkembangan normal. Anak yang menderita kretin mempunyai ciri-ciri fisik : tubuh pendek, profil kasar, lidah menjulur keluar, hidung yang lebar dan rata, mata yang jaraknya jauh, rambut jarang, kulit kering, dan perut menonjol (perut buncit).
Kretin Endemik dan Sporadik
Beberapa istilah yang sering digunakan dalam pembagian pada penderita kretin, adalah kretin endemik dan kretin sporadik. Walaupun sepintas sama, namun dua macam jenis kretin  tersebut secara symtomatologi sangat berbeda, sebagai berikut :

Kretin sporadik
Adalah kretin yang terjadi pada daerah bukan endemik GAKY. Pada penderita kretin sporadik akan terdapat glandula thyroid yang mengalami rudimeter. Ciri yang sangat jelas dan menonjol penderita kretin sporadik ini adanya gejala gejala hipotiroidisme. Kretin sporadik seperti yang terlihat di daerah yang mendapatkan cukup yodium adalah akibat kegagalan kelenjar tiroid pada masa anakanak yang menyebabkan ipotiroid elama ehidupan fetal maupun setelah kelahiran dan selama hidupnya (bila tak mendapatkan pengobatan preparat thyroid).

Penderita kretin sporadik tidak pernah terjadi kekurangan yodium sejak mulai hidupnya, tetapi terjadi gangguan faal dari glandula thyroid.Etiologi kretin sopradik bukan karena defisiensi yodium, tetapi kelenjar tiroid janin yang gagal dalam memproduksi hormon tiroid secara adekuat karena berbagai macam penyebab. Problem medik ini dikenal dengan istilah congenital hypothyroidism. Hormon tiroid ibu selama kehamilan cukup termasuk yang ditransfer ke fetus melalui plasenta. Pada kretin sopradik hormon tiroid ibu (T4) mampu melindungi otak janin pada awal kehidupan sedangkam pada kretin endemik tidak karena adanya hipotioridi maternal. Inilah yang menjelaskan mengapa pemberian T4 pada neonatus pada kasus-kasus kretin endemik dapat mencegah kerusakan otak dengan hasil yang cukup baik.

Kretin endemik
Menurut Hetzel, krretin endemik merupakan akibat defisiensi yodium berat pada masa fetal dan merupakan indikator klinik penting bagi GAKY. Prevalensinya di daerah defisiensi yodium derajat berat berkisar kurang lebih antara 1-15%. Kretin endemik umumnya terjadi pada daerah dengan defisiensi yodium yang sangat berat dengan median UIE < 25 ug/L. Tiga syarat pokok dalam definisi kretin endemik antara lain :

  1. Secara epidemiologi berhubungan dengan gondok endemik dan defisiensi yodium derajat berat,
  2. Manifestasi klinik terdapat retardasi mental bersamaan dengan sindroma neurologik yang predominan (kretin nervosa) dan hipotiroidi yang predominan, tubuh kerdil (kretin miksedematosa),
  3. Daerah yang sudah tercapai koreksi yang adekuat terhadap defisiensi yodium kretin endemik tidak akan lahir (PAHO cit. Hartono, 2003).

Sementara menurut Djokomoeljanto (1974), kretin endemik adalah istilah gabungan untuk beberapa perkembangan yang tidak normal, yang secara geografik bersamaan dengan adanya gondok endemik dan disebabkan oleh lesi yang didapat sebelum atau segera sesudah kelahiran. Lebih tepat didefinisikan sebagai kelainankelainan ang itemukan ada populasi gondok yang tidak mendapat pencegahan yang cukup terhadap gondok. Terjadinya kretin endemik disebabkan oleh karena kekurangan yodium selama kehamilan dan saatsaat erikutnya, tetapi tak selalu menyebabkan hipotiroidisme post natal. Kretin endemik umumnya terdapat pada daerah gondok endemik. Syndrom kretin endemik dapat dikenal dari dua komponen utama :

  1. Type nervosa, pada tipe ini kerusakan pada susunan saraf pusat yang terdiri dari : retardasi mental, gangguan pendengaran (tuli), kerusakan batang otak, retardasi neuromotorik.
  2. Type myxodematosa, pada tipe ini yang paling menyolok adalah tanda-tanda hipotiroid yang berupa : gangguan pertumbuhan, myxodematosa, rambut kering dan kasar, tonus otot yang lembek, penimbunan lemak di pangkal leher, sehingga leher kelihatan lebih pendek, perut buncit sering terdapat adanya hernia umbilikalis.

Untuk membedakan dua macam tipe tersebut di atas harus dilakukan pemeriksaan secara klinis dan laboratorium. Kedua tipe tersebut jarang berdiri sendiri, tetapi biasanya ditemukan dalam bentuk campuran.

Refference, antara lain :Hartono, B., 2003. Manifestasi Klinik Derajat Ringan dari Kretin Endemik, Jurnal GAKY Indonesia, FK UNDIP; Djokomoeljanto R., 1974. The effect of severe iodine deficiency: a study on a population in Central Java Indonesia. Doctoral dissertation, Diponegoro University..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.