Menang Sejarah

Sedikit berbeda itu lebih baik daripada sedikit lebih baik.

Seharusnya generasi muda kota ini bangga.

Dahulu, wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan sebuah kerajaan besar. Dipimpin raja cerdas bijaksana. Seorang raja yang konon merupakan king maker dibalik kebesaran Majapahit

Seiring waktu, beberapa wilayah sekitar menjadi lebih maju. Dari ukuran luas kota, akses pilihan transportasi, geliat ekonomi.

Bude mengukurnya dengan menghitung jumlah mall, akses jalan tol, bioskop, kampus negeri, pusat wisata. Belum lagi soal bandara udara.

Kota ini masih harus banyak berbenah.

Sebagai pendatang, bude sebenarnya lebih bisa memandang dengan banyak kaca mata. Lebih leluasa membuat sketsa.

Sejak datang, bude mencatat ada 3 proyek strategis cukup fenomenal. Yang satu kuat dari segi konsep, namun kurang optimal di realita. Yang satu telah berhasil menggeser arah keramaian kota. Yang satu masih on going, merupakan infrastruktur konekting kota.

Selebihnya kegiatan rutin

Sampai kemudian bude mendengar proyek strategis susulan datang dari ujung barat dan barat laut kota. Sebuah proyek pariwisata yang menghubungkan Bromo, Tengger, dan Semeru.

Sebuah proyek yang bude bayangkan melahirkan fenomena kemacetan seperti di kawasan Puncak (menjelang dan sesudah libur panjang). Atau menggeser kesibukan kawasan Prigen dan Batu.

Sedikit berbeda itu lebih baik daripada sedikit lebih baik.

Melihat beberapa update dan kondisi terkini kota, bude kemudian berspekulasi soal solusi. Bahwa mengganti strategi pendekatan kelihatan layak dilakukan. Untuk kota yang sangat dicintainya ini.

Tidak harus  mengejar ketertinggalan, Agar dapat disebut sebagai kota modern dengan ukuran konvensional.

Tidak usah terlalu berharap kedatangan investor untuk membangun sineplex atau jaringan mall.

Kota ini punya jejak kuat kebesaran sejarah masa lalu. Gen kecerdasan dan kepercayaan diri seorang king maker mengalir kuat pada anak cucu Arya Wiraraja.

Bude ingat dahulu banyak orang menyebut kota pensiun. Tentu sebuah julukan dengan atribut kuat pada  ketenangan, keramahan, kerenyahan tawa, usia harapan hidup.

Spontan bude menawarkan kolaborasi sederhana. Antara kota pensiun dan kemewahan sejarah. Menjadi (semacam) manifesto arah kota.

Bude masih yakin pada jargon ini. Sedikit berbeda itu lebih baik daripada sedikit lebih baik.

Kota tidak harus lebih baik dari lainnya. Namun harus sedikit berbeda.

Bude membayangkan, ketika orang masuk kota, akan disambut dengan suasana beda. Keberagaman arsitektur khas gedung pelayanan publik. Nuansa rumah dan identitas kampung ramah sejarah. Kesan rindang dan tenang. Hangat menyelinap di hamparan keseharian pak Wiryo, mas Sapto, atau Bulik Roro. Dan seterusnya.

Ketika orang mengakses google trend, maka peringkat pertama pencarian tentang kota akan muncul berturut-turut peringkat tentang :  paket wisata Bromo Tengger Semeru (BTS), paket wisata backpacker BTS, wisata paling banyak dikunjungi, hotel dekat BTS, dan lainnya soal wisata.

Sementara di kota, banyak dijumpai lalu lalang kendaraan double gardan, semacam Jeep. Juga kantor-kantor agen wisata. Pamflet dan selebaran paket wisata. Toko dan kios oleh-oleh khas kota.

Di aplikasi travel dan hotel, bertebaran destinasi wisata utama dan wisata penyangga kota. Orang tak lagi kesulitan menemukan infomasi lengkap kota ini.

Dengan cepat kota ini berkembang pesat. Harga tanah dan properti merangkak naik. Mulai terlihat titik-titik kemacetan di kota. Sesuatu yang sangat jarang terjadi sebelumnya.

Bude masih terus berimajinasi. Sampai kemudian kulontarkan pertanyaan, tentang kesiapan generasi milenial menerima transformasi kota ini.

Yang seketika membuyarkan imajinasi bude.

(jRenk’22)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Indonesian Public Health Portal