Obesitas pada Anak

Definisi, Kriteria, Etiologi dan Epidemiologi Obesitas

Saat ini obesitas merupakan salah satu tantangan paling serius kesehatan masyarakat. Prevalensi obesitas terus meningkat sebagaimana data WHO tahun 2010, diamana diperkirakan lebih dari 42 juta anak diseluruh dunia mengalami kelebihan berat badan. Faktor obesitas berperan terhadap terjadinya penyakit degenerative.

obesitas pada anakDefinisi obesitas merupakan keadaan di mana terjadi penumpukan lemak yang berlebihan di dalam tubuh dan dapat diekspresikan dengan perbandingan berat badan serta tinggi badan yang meningkat. Obesitas merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian khusus karena berkaitan dengan berbagai faktor risiko penyakit.

Sementara menurut WHO, obesitas didefiniskan sebagai akumulasi lemak yang abnormal atau berlebihan yang berpeluang menimbulkan beberapa risiko kesehatan pada individu. Obesitas adalah kondisi di mana lemak tubuh menumpuk sehingga bisa menimbulkan efek buruk pada kesehatan. Obesitas digolongkan menjadi tiga tingkatan:

  1. Obesitas ringan (kelebihan berat badan 20% s/d 40%)
  2. Obesitas sedang (kelebihan berat badan 41% s/d 100%)
  3.  Obesitas berat (kelebihan berat badan lebih besar dari 100%)

Obesitas akan memiliki konsekuensi besar pada masalah kesehatan masyarakat. Anak obesitas cenderung menjadi orang dewasa gemuk. Sebagaimana menurut Addesa et al (2010), sebanyak 42-63% anak¬-anak obesitas di Amerika Serikat telah menjadi orang dewasa gemuk.

Terdapat tiga metode pengukuran obesitas berdasarkan antropometri, antara lain ;

  1. Sesuai rekomendasi WHO (1997) , dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT) sebagai bahan baku pengukuran obesitas pada anak dan remaja di atas usia 2 tahun. IMT adalah cara termudah untuk memperkirakan obesitas serta berkolerasi tinggi dengan massa lemak tubuh, juga penting untuk mengidentifikasi pasien obesitas dengan risiko komplikasi medis. Nilai batas IMT (cut off point) untuk kelebihan berat badan pada anak dan remaja adalah persentil ke-85 dan ke¬-95.
  2. Pengukuran langsung lemak subkutan dengan mengatur tebal lipatan kulit (TLK). Pengukuran TLK yang ideal untuk mendapatkan proporsi lemak tubuh yaitu TLK biseps, triseps, subskapular dan supraiiaka. Namun dikatakan TLK triseps di atas sentil ke-85, merupakan indikator adanya obesitas.
  3. Mengukur berat badan dan hasilnya dibandingkan dengan berat badan ideal sesuai tinggi badan (BB/TB). Obesitas pada anak didefenisikan sebagai berat badan menurut tinggi badan di atas persentil 95, atau 120% dibandingkan berat badan ideal

Penelitian menarik diungkapkan Behram et a ( 2000), bahwa insidens obesitas pada masa anak berhubungan kuat dengan status sosial ekonomi, pendidikan orang tua, ukuran keluarga, dan pola aktifitas anak. Seperti bertambahnya waktu yang digunakan untuk menonton televisi berhubungan dengan insidens obesitas masa anak.

Menurut Hidayati (2005), terjadinya obesitas umum berkaitan dengan keseimbangan energi di dalam tubuh. Keseimbangan ini ditentukan oleh asupan energi yang berasal dari zat gizi penghasil energi (karbohidrat, lemak dan protein), serta kebutuhan energi basal, aktifitas fisik dan thermic effect of food (TEF) yaitu energi yang diperlukan untuk mengolah zat gizi menjadi energi. Penyebab obesitas belum diketahui secara pasti. Obesitas sebagian besar disebabkan interaksi antara faktor genetik dan lingkungan seperti aktifitas fisik, gaya hidup, sosial ekonomi dan perilaku makan dan pemberian makanan padat terlalu dini pada bayi.

Menurut Soegih dan Wiramiharja, (2009),  keseimbangan energi di dalam tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari dalam tubuh (regulasi fisiologis dan metabolism), ataupun dari luar tubuh yang berkaitan dengan gaya hidup (lingkungan) yang akan mempengaruhi kebiasaan makan dan aktifitas fisik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obesitas dipengaruhi oleh lingkungan (± 70%) dan genetik (± 30%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *