Penyakit Bawaan Sampah

 Dampak Lingkungan dan Kesehatan Sampah Terdapat beberapa pengertian sampah, antara lain menurut Soemirat (2007), sampah adalah segala sesuatu yang tidak lagi dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat. Sementara Notoatmodjo (2003) mengemukakan sampah adalah sesuatu bahan atau benda padat yang sudah tidak terpakai lagi oleh manusia atau sudah tidak digunakan dalam suatu kegiatan manusia dan […] Continue reading →

Sanitasi Pondok Pesantren

 Standar Sanitasi Pondok Pesantren Pondok pesantren, selain dikenal sebagai wahana tempat belajar santri dan santriwati dalam mendalami ilmu agama Islam, namun ponpes selama ini juga dikenal bermasalah dari aspek sanitasi. Berbagai penyakit berbasis lingkungan yang umum sering menjadi masalah di Ponpes seperti kudis, diare, ISPA, disebabkan oleh lingkungan yang kurang sehat di Pondok Pesantren (Ponpes). […] Continue reading →

Penyebab Masalah Gizi Masyarakat

Berbagai Penyebab Masalah Gizi Masyarakat Secara umum masalah kurang gizi disebabkan oleh banyak faktor. Pada tahun 1988 UNICEF telah mengembangkan kerangka konsep makro, sebagai salah satu strategi untuk menanggulangi masalah kurang gizi.Penyebab langsung : Makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Timbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga […] Continue reading →

Epidemiologi Penyakit Diare

 Pengertian, Etiologi, dan Penyebaran Diare Menurut Depkes RI (2007), diare adalah buang air besar lembek atau cair, dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih sering, biasanya lebih dari 3 kali sehari. Diare akut berlangsung sekitar 14 hari disertai dengan muntah dan demam. Sedangkan diare persisten terjadi jika diare akut menjadi lebih parah atau diawali dengan […] Continue reading →

Definisi Sanitasi Lingkungan

 Beberapa Pengertian Tentang Sanitasi Lingkungan Penyakit-penyakit berbasis lingkungan masih merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Kecenderungan ini juga semakin mendapatkan legitimasi seiring dengan munculnya Flu Burung dan Flu Babi, dua penyakit yang sangat berkaitan dengan sanitasi lingkungan. Bahkan pada kelompok bayi dan balita, penyakit-penyakit berbasis lingkungan menyumbangkan lebih 80% dari penyakit yang diderita oleh bayi […] Continue reading →

Proses Pencemaran Tanah

 Perubahan Fungsi Lahan dan Proses Terjadinya Pencemaran Tanah Pergeseran fungsi lahan akibat industrialisasi, dengan merubah fungsi lahan pertanian telah menyebabkan luas daerah resapan air dibanyak daerah di Indonesia. Disamping merubah fungsi lahan kegiatan industri ini juga telah berdampak pada terjadinya pencemaran tanah dan badan air. Akibat pencemaran ini antara lain juga dapat menurunkan kualitas dan […] Continue reading →

Prinsip Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL)

 Prinsip Penerapan ADKL dalam AMDAL Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL). ADKL pada dasarnya merupakan model pendekatan guna mengkaji dan atau menelaah secara mendalam untuk mengenal, memahami dan memprediksi kondisi karakteristik lingkungan yang berpotensi terhadap timbulnya resiko kesehatan, dengan mengembangkan tatalaksana terhadap sumber perubahan media lingkungan, masyarakat terpajan dan dampak kesehatan yang terjadi. Dengan demikian penerapan […] Continue reading →

Metode Uji Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD)

 Cara uji Kebutuhan Oksigen Kimiawi (Chemical Oxygen Demand/COD) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri Standar Nasional Indonesia (SNI) cara uji  ini merupakan revisi dari SNI 06-6989.2-2004, Air dan air limbah – Bagian 2: Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri. SNI ini menggunakan referensi dari metode standar internasional yaitu Standard Methods for […] Continue reading →

Faktor Penyebab Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja

 Beberapa Faktor  Penyebab Penyakit dan Kecelakaan Akibat Kerja Terdapat beberapa dasar hukum yang mengatur tentang ketenagaankerjaan di Indonesia, antara lain : Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1999 […] Continue reading →

Standar Fisik dan Kimia Air Bersih

 Karakteristik Fisik dan Kimia Air Bersih Sebagaimana kita ketahui, terdapat beberapa indikator kualitas air bersih, antara laindari aspek persyarata fisik, kimia dan mikrobiologis. Persyaratan fisik air bersih antara lain : jernih atau tidak keruh, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mengandung padatan, temperatur normal (29°C). Persyaratan kimia air bersih antara lain : pH netral (6,8-9,0), tidak […] Continue reading →