Penyebab Keracunan Makanan

Bakteri Penyebab Kontaminasi dan Keracunan Makanan Pengertian makanan meneurut beberapa sumber, diantaranya Permenkes, adalah barang yang digunakan sebagai makanan atau minuman manusia, termasuk permen karet dan sejenisnya akan tetapi bukan obat. Makanan dapat menimbulkan penyakit (foodborne diseases) apabila terkontaminasi oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang sering ditemukan dalam makanan diantaranya adalah bakteri. Bakteri dapat merusak makanan dengan […] Continue reading →

Standar Asupan Zat Yodium

Standar Asupan dan Sumber Penting Zat Yodium Sebagaimana kita ketahui, berdasarkan aspek kesehatan masyarakat, masalah serius yang disebabkan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) adalah dampak terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan intelektuallitas. Menurut beberapa penelitian, penderita gondok sedang dapat mengalami penurunan IQ sebesar 5 poin dibawah normal, sedangkan penderita GAKY lain sejumlah 10 poin dibawah normal […] Continue reading →

Metode Pengendalian Kebisingan

 Cara Pengendalian Kebisingan Pada Lingkungan Pengendalian kebisingan mutlak diperlukan untuk memperkecil pengaruhnya pada kesehatan kita. Usaha pengendalian kebisingan harus dimulai dengan melihat komponen kebisingan, yaitu Sumber radiasi, Jalur tempuh radiasi, serta Penerima (telinga). Antisipasi kebisingan dapat dilakukan dengan intervensi terhadap ketiga komponen ini. Secara garis besar, ada dua jenis pengendalian kebisingan, yaitu pengendalian bising aktif […] Continue reading →

Metode Pengendalian Kebisingan

Prosedur dan Metode Pengendalian Kebisingan Pengendalian kebisingan mutlak diperlukan untuk memperkecil pengaruhnya pada kesehatan kita. Usaha pengendalian kebisingan harus dimulai dengan melihat komponen kebisingan, yaitu Sumber radiasi, Jalur tempuh radiasi, serta Penerima (telinga). Antisipasi kebisingan dapat dilakukan dengan intervensi terhadap ketiga komponen ini. Secara garis besar, ada dua jenis pengendalian kebisingan, yaitu pengendalian bising aktif […] Continue reading →

Prinsip Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL)

 Prinsip Penerapan ADKL dalam AMDAL Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL). ADKL pada dasarnya merupakan model pendekatan guna mengkaji dan atau menelaah secara mendalam untuk mengenal, memahami dan memprediksi kondisi karakteristik lingkungan yang berpotensi terhadap timbulnya resiko kesehatan, dengan mengembangkan tatalaksana terhadap sumber perubahan media lingkungan, masyarakat terpajan dan dampak kesehatan yang terjadi. Dengan demikian penerapan […] Continue reading →

Syarat Sumur Sehat

 Standar dan Persyaratan Sumur Sehat Sumur merupakan sumber utama penyediaan air bersih bagi penduduk, baik di perkotaan maupun di pedesaa. Secara teknis sumur dapat dibagi menjadi 2 jenis (Chandra, 2007) Sumur dangkal (shallow well) Sumur dangkal mempunyai pasokan air yang berasal dari resapan air hujan, terutama pada daerah dataran rendah. Sumur dangkal ini dimiliki oleh […] Continue reading →

Imunisasi Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B dan Sejarah Imunisasi Hepatitis B Sesuai rekomendasi WHO (1974), dilaksanakan Expanded Programme Immnuzation (EPI). Tujuan program ini antara lain memberikan proteksi dini terhadap 6 penyakit menular pada anak-anak diseluruh dunia. Kemudaian di Indonesia sejak tahun 1977 dilaksanakan Program Pengembangan Imunisasi (PPI) dengan anjuran pokok agar semua anak mendapatkan imunisasi untuk beberapa macam […] Continue reading →

Metode Pemeriksaan E Coli DenganTeknik H2S

 PEMERIKSAAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR METODE H2S Menjawab permintaan mas Putut dalam kolom shoutmix tentang artikel yang terkait laboratorium, berikut artikel tentang Pemeriksaan Kualitas Bakteriologis Air dengan menggunakan metode H2S. Tulisan ini mengacu pada Pedoman Pemeriksaan Kualitas Bakteriologis Air Untuk Daerah Perdesaan Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Tahun 1997. […] Continue reading →

Sanitasi dan Karantina Pesawat Terbang

Inspeksi Sanitasi dan Prosedur Karantina Pesawat Terbang Menurut WHO (2005), kantina adalah pembatasan kegiatan dan atau pemisahan sesorang yang diduga terinfeksi penyakit meski belum menunjukan gejala penyakit. Karantina juga termasuk pemisahan peti kemas, alat angkut atau barang yang diduga terkontaminasi dari orang/barang lain, sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi. Sementara menurut Depkes […] Continue reading →

Penularan Penyakit Tuberkulosis Paru

Penyebab dan Cara Penularan yang Penting pada Penyakit Tuberkulosis  Paru Menurut laporan WHO tahun 2012,  prevalensi kasus penyakit tuberkulosis paru di Indonesia sebesar 289/100.000 penduduk. Terjadi kasus baru sebanyak 450.000 setiap tahun, dengan jumlah kematian sekitar 64.000/tahun. Data juga menunjukkan, angka insidensi kasus tuberkulosis paru BTA positif sekitar 189/100.000 penduduk. Data diatas sejalan dengan rilis […] Continue reading →