Proses Pencemaran Makanan

Mekanisme Proses Terjadinya Pencemaran Makanan Makanan sehat yang memenuhi syarat untuk dikonsumsi menjadi tujuan akhir proses pengelolaan makanan. Terkait dengan hal ini, dalam pengelolaan higiene sanitasi makanan penting diperhatikan sgala aspek yang berkaitan, baik orang, tempat, maupun peralatan yang digunakan untuk memasak. Harus dipisahkan antara peralatan yang digunakan mengolah makanan, untuk menyimpan makanan, dan alat […] Continue reading →

Meningkatkan Status Gizi dengan Zat Besi

Pentingnya Zat Besi untuk Meningkatkan Status Gizi Balita Status gizi dipengaruhi oleh PMT-P dan asupan energi, protein dan zat besi yang diperlukan untuk sintesis hemoglobine. Zat besi merupakan mikro mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia dan hewan, yaitu sebanyak 3-5 mg dalam tubuh manusia dewasa. Besi mempunyai fungsi esensial sebagai alat untuk mengangkut […] Continue reading →

Cara Mencegah Asam Urat

Asam Urat, Penyebab dan cara Mencegahnya Indonesia disamping bermasalah serius dengan politik dan sosial, juga pada masalah gizi. Masalah gizi di Indonesia kita kenal diantaranya dengan istilah double burden atau beban ganda, yaitu bahwa kita masih berkutat pada masalah malnutrition, disisi lain kita juga menghadapai masalah gizi lebih. Masalah gizi lebih muncul kepermukaan, antara lain […] Continue reading →

Standar Jamban Keluarga

Pengertian dan Standar Konstruksi Jamban Sehat Toilet Sehat Kotoran manusia (tinja) adalah segala benda atau zat yang dihasilkan sebagai sisa metabolism tubuh dan dipandang tidak berguna lagi sehingga perlu dikeluarkan untuk dibuang. Dalam kesehatan lingkungan sisa metabolisme tubuh manusia berupa tinja dan air seni merupakan bahan buangan yang harus diperhatikan, karena memiliki karakteristik yang dapat […] Continue reading →

Risiko Penyakit Karena Kegemukan

Masalah, Risiko Penyakit dan Komplikasi Obesitas Menurut WHO kemajuan teknologi membuat manusia dipenuhi dengan berbagai kemudahan sehingga kurang melakukan aktivitas fisik dan cenderung mengkonsumsi makanan tinggi energi dan lemak. Dampak yang paling terasa dari kondisi ini adalah terjadinya obesitas dengan segala resiko kesehatnnya.. Risiko obesitas bagi kesehatan memang sangat besar oleh karena itu menurut  WHO, […] Continue reading →

Sistem Informasi Geografis Bidang Kesehatan

 Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (GIS) dan Data Spasial di Bidang Kesehatan Masyarakat Sebelum berbicara lebih lanjut tentang sistem informasi geografis bidang kesehatan, ada baiknya kita singgung sekilas tentang perangkat utama GIS ini, yaitu GPS. Proyek GPS dikembangkan pada tahun 1973 untuk mengatasi keterbatasan sistem navigasi sebelumnya. Sistem navigasi ini menggunakan 24 satelit MEO (medium earth […] Continue reading →

Pengertian Anemia

Penyebab dan Tingkatan Anemia pada Balita Pengertian Anemia merupakan keadaan dimana terjadi penurunan kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dari nilai normal untuk kelompok tertentu didasarkan atas umur dan jenis kelamin. Kadar haemoglobin pada Balita sebesar 11 gram %. Terdapat tiga tingkatan defisiensi besi, yaitu : Hilangnya Zat Besi (Iron Depletion). Pada tahap […] Continue reading →

KLB Berdasarkan Variabel Waktu, Tempat Dan Orang.

Cara Menggambarkan KLB Berdasarkan Variabel Waktu, Tempat Dan Orang Menurut Kemenkes (2017), dalam melakukan analisa Kejadian Luar Biasa Penyakit Menular, KLB sebaiknya dapat digambarkan menurut variabel waktu, tempat dan orang. Penggambaran ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat disusun hipotesis mengenai sumber, cara penularan, dan lamanya KLB berlangsung. Untuk dapat merumuskan hipotesis-hipotesis yang diperlukan, informasi […] Continue reading →

Langkah-Langkah Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat

Langkah-Langkah Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat  sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Sebagaimana kita ketahui, beberapa standard an kriteria dalam akreditasi Puskesmas mensyaratkan adanya proses analisis Kebutuhan Masyarakat. Pokok Pikiran dalam standar ini diantaranya karena Puskesmas mrupakan fasilitas pelayanan […] Continue reading →

MP-ASI – Blended Food

Kandungan Gizi, Bahan, dan Cara Pengolahan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (Blended Food) Blended Food merupakan makanan Pendamping ASI berbentuk serbuk berwarna normal, tidak mengandung bahan asing, tidak menggumpal dan beraroma. Secara konsistensi jenis ini jika dicampur dengan air matang akan membentuk bubur lembut yang tidak menggumpal dan dapat ditelan dengan mudah oleh bayi. Secara […] Continue reading →