Karantina pada Surveilans Epidemiologi

Pengertian dan Beberapa Aspek dalam Karantina dan Surveilans Epidemiologi Pengertian Karantina Menurut WHO (2005), kantina adalah pembatasan kegiatan dan atau pemisahan sesorang yang diduga terinfeksi penyakit meski belum menunjukan gejala penyakit. Karantina juga termasuk pemisahan peti kemas, alat angkut atau barang yang diduga terkontaminasi dari orang/barang lain, sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau […] Continue reading →

Respon Imun Vaksin

Faktor Yang Berpengaruh pada Respon Imun pada Vaksin Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa tidak terjadi penyakit. Sementara pengertian Vaksin secara umum,  merupakan suatu  produk biologis terbuat dari kuman, komponen kuman (bakteri, virus atau riketsia), atau racun kuman (toxoid) […] Continue reading →

Target Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

 Target STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Sesuai Renstra Depkes RI Sebagai bahan sharing pertanyaan mbak Feli, SKM – berikut disampaikan target STBM sesuai Renstra Depkes. Sebetulnya niatnya bahan ini dituliskan di “Ruang Berbagi”, namun karena terlalu panjang, dan belum sempat setting di admin shoubox, maka sharing ini dituliskan di posting ini. Mohon maaf sharing terlambat […] Continue reading →

Download Perpres Nomor 99 Tahun 2020

Download Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2020 Tentang Pengadaan Vaksin Dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Setelah pandemi covid-19 ini berlangsung sekitar 7 bulan, yaitu sejak : Diterbitkan Keputusan Presiden Nomor 11 tahun 2020 Tentang Covid-19 sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (tanggal 31 Maret 2020). Disusul kemudian WHO […] Continue reading →

Faktor Resiko Kencing Manis

Diagnosa dan Cara Hindari Faktor Resiko Diabetes Mellitus Diabetes mellitus atau kencing manis adalah penyakit dengan karakteristik kelebihan gula dalam darah setelah makan dan gula dalam urin yang tidak normal. Ketika tubuh tidak menyerap glukosa dari darah secara efektif maka gula akan berada dalam darah dalam jangka waktu yang cukup lama. Diabetes mellitus merupakan salah […] Continue reading →

Prosedur Pelayanan Balita Gizi Buruk

 Alur Pelayanan Balita Gizi Buruk di Puskesmas Pelaksanaan upaya pencegahan gizi buruk dibagi dalam tiga tahap meliputi rencana jangka pendek untuk tanggap darurat dengan menerapkan prosedur tatalaksana penanggulangan gizi buruk dengan melaksanakan sistem kewaspadaan dini secara intensif melalui pelacakan kasus dan penemuan kasus baru kemudian ditangani di puskesmas dan di rumah sakit. Kemudian tahap pencegahan […] Continue reading →

Survey Kepadatan Nyamuk

Pengendalian Vektor dengan Survey Kepadatan Nyamuk Dewasa Kita mungkin terbiasa dengan survey jentik, namun kurang terbiasa dengan survey nyamuk. Teori dan praktikum survey nyamuk pasti sudah pernah kita dapatkan ketika pendidikan dulu. Namun kegiatan ini jarang kita lakukan, antara lain karena keterbatasan sarana dan sistem tindak lanjut yang kurang aplikatif. Misalnya jika data survey sudah […] Continue reading →

Etiologi dan Pengobatan Leptospirosis

Definisi, Kriteria, Gambaran Klinis, Etiologi, dan Pengobatan Leptospirosis Leptospirosis is a bacterial disease that affects humans and animals. It is caused by bacteria of the genus Leptospira. In humans, it can cause a wide range of symptoms, some of which may be mistaken for other diseases. Some infected persons, however, may have no symptoms at all […] Continue reading →

Penyelenggaraan SKD KLB Gizi Buruk

Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (SKD KLB) Gizi Buruk Sebagaimana disinggung pada tulisan terdahulu, dampak jangka pendek gizi buruk terhadap perkembangan anak antara lain anak menjadi apatis, mengalami gangguan bicara serta gangguan perkembangan lain. Sementara dampak jangka panjang berupa penurunan skor intelligence quotient (IQ), penurunan perkembangan kognitif, penurunan integrasi sensori, gangguan pemusatan perhatian, […] Continue reading →

Kecelakaan Kerja

Penyebab Kecelakaan Kerja Menurut Suma’mur (2009), hakikat kesehatan kerja ada dua hal, pertama sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja seoptimal mungkin (dalam hal tertentu mungkin setinggi-tingginya, seandainya kondisi yang diperlukan cukup memadai) pada pekerja/buruh, petani, nelayan, pegawai negeri, pengusaha, manejer atau pekerja bebas pada semua sektor kegiatan ekonomi dan non-ekonomi formal, informal serta […] Continue reading →