Surveilans Leptospirosis

Surveilans dan Penularan Leptospirosis Menurut beberapa penelitian, leptospira yang paling sering menginfeksi manusia adalah Icterohaemorragica dengan reservoir tikus, Canicola dengan reservoir anjing dan Pomona dengan reservoir sapi dan babi. Menurut Depkes RI (2008),  pada tubuh hewan-hewan tersebut, Leptospira hidup di ginjal dan air kemih. Manusia terinfeksi bakteri leptospira karena kontak dengan air atau tanah yang […] Continue reading →

Pelaksanaan Survei Akreditasi Puskesmas

Proses Pelaksanaan serta Metode Survei pada Akreditasi Puskesmas   Sesuai Permenkes No.46 Tahun 2015 Tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi, Kebijakan Akreditasi Fasilitas Kesehatan ingkat Pertama, disebutkan bahwa akreditasi merupakan pengakuan yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara Akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri setelah memenuhi standar Akreditasi. […] Continue reading →

Indikator Kualitas Air Limbah

Indikator Kualitas Air Limbah dengan Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and Total Suspended Solid (TSS) Air limbah adalah air yang bercampur zat padat (dissolved dan suspended) yang berasal dari kegiatan rumah tangga, pertanian, perdagangan dan industri. Oleh karena itu, dipastikan bahwa air buangan atau air limbah industri bisa menjadi salah satu penyebab […] Continue reading →

Seri Akreditasi Puskesmas

Bukti Dokumen yang Diperlukan Pada Bab VI, Sasaran Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat Tujuan utama akreditasi Puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan manajemen risiko, dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi. Pencapaian tujuan tersebut diantaranya dilakukan […] Continue reading →

Dasar Hukum Akreditasi Puskesmas

Tujuan, Standar Penilaian dan Dasar Hukum Akreditasi Puskesmas Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014  bahwa setiap Puskesmas wajib untuk diakreditasi secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali.  Akreditasi merupakan salah satu persyaratan kredensial sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bekerjasama dengan BPJS, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 tahun 2013 […] Continue reading →

Surveilans Diare

Faktor Penjamu dan Lingkungan pada Penyakit Diare Penyakit diare sering kali dikaitkan dengan status kesehatan lingkungan. Diare juga identik dengan jamban. Data dan studi epidemiologi memang kuat menghubungkan fakta tersebut. Penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan di negara berkembang, terutama di Indonesia baik di perkotaan maupun di pedesaan. Penyakit diare bersifat endemis juga sering […] Continue reading →

Penilaian Risiko MERS -CoV

Penilaian Risiko MERS-CoV Menurut WHO Middle East Respiratory Syndrome (MERS), merupakan penyakit pernafasan karena virus corona, sehingga disebut sebagai MERS-CoV. Coronavirus merupakan virus berbentuk bulat dengan diameter sekitar 100-120 nm. Berdasarkan hal ini logika kita mengatakan bahwa hanya masker dengan pori pori lebih kecil dari 100 nm. Yang efektif dapat melindungi kita dari coronavirus. Sangat […] Continue reading →

Update Vaksin Polio

Strategi Eradikasi Polio dengan Perubahan Jenis Vaksin Polio Berdasarkan data statistic, imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat cost ef-fective. Banyak kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, dengan salah satu berupa imunisasi polio. Eradikasi polio secara global akan memberi keuntungan secara finansial. Berdasarkan studi, biaya jangka pendek yang dikeluarkan […] Continue reading →

Tata Laksana Pemberian PMT

Tujuan, dan Tata Laksana Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan (PMT-P) Pemberian Makanan Tambahan adalah program intervensi bagi balita yang menderita kurang gizi dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak agar tercapainya status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut. Sedangkan pengertian makanan untuk pemulihan gizi […] Continue reading →

Kretin Endemik dan Sporadik

Beda Kretin sporadik Kretin endemik Menurut Djokomoeljanto (1975), kretin merupakan syndrom yang disebabkan karena kekurangan yodium dan hormon tiroid yang terjadi pada permulaan kehamilan atau kekurangan yodium dan hormon tiroid pada umur sangat muda. Syndrom kretin ini mempunyai gejala  sangat komplek dengan bermacam manifestasi. Kretin merupakan gangguan akibat kekurangan yodium yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan […] Continue reading →