Penilaian Risiko MERS -CoV

Penilaian Risiko MERS-CoV Menurut WHO Middle East Respiratory Syndrome (MERS), merupakan penyakit pernafasan karena virus corona, sehingga disebut sebagai MERS-CoV. Coronavirus merupakan virus berbentuk bulat dengan diameter sekitar 100-120 nm. Berdasarkan hal ini logika kita mengatakan bahwa hanya masker dengan pori pori lebih kecil dari 100 nm. Yang efektif dapat melindungi kita dari coronavirus. Sangat […] Continue reading →

Update Vaksin Polio

Strategi Eradikasi Polio dengan Perubahan Jenis Vaksin Polio Berdasarkan data statistic, imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat cost ef-fective. Banyak kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, dengan salah satu berupa imunisasi polio. Eradikasi polio secara global akan memberi keuntungan secara finansial. Berdasarkan studi, biaya jangka pendek yang dikeluarkan […] Continue reading →

Tata Laksana Pemberian PMT

Tujuan, dan Tata Laksana Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan (PMT-P) Pemberian Makanan Tambahan adalah program intervensi bagi balita yang menderita kurang gizi dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak agar tercapainya status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut. Sedangkan pengertian makanan untuk pemulihan gizi […] Continue reading →

Kretin Endemik dan Sporadik

Beda Kretin sporadik Kretin endemik Menurut Djokomoeljanto (1975), kretin merupakan syndrom yang disebabkan karena kekurangan yodium dan hormon tiroid yang terjadi pada permulaan kehamilan atau kekurangan yodium dan hormon tiroid pada umur sangat muda. Syndrom kretin ini mempunyai gejala  sangat komplek dengan bermacam manifestasi. Kretin merupakan gangguan akibat kekurangan yodium yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan […] Continue reading →

Waspada Pencemaran Detergen

Sifat Fisik dan Kimia serta Proses Degradasi Detergen (Surfaktan) Limbah detergen yang mencemari badan air atau sumur gali umumnya berasal dari limbah rumah tangga dan berbagai kegiatan masyarakat yang menggunakan detergen secara besar-besaran, sehingga pencemaran air bersih oleh zat ini semakin hari semakin mengkawatirkan. Detergen atau surfaktan sintetis merupakan zat toksik, bersifat karsinogenik dapat menimbulkan […] Continue reading →

Pedoman Surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP)

Latar Belakang, Pengertian, Tujuan, dan Kebijakan Surveilans AFP Berbagai hal tercantum pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 636/Menkes/SK/VII/ 1997 tentang Pelaksanaan Surveilans Acute Flaccid Paralysis Menuju Indonesia Bebas Polio Tahun 2000. Berikut beberapa resume sebagaimana tercantum pada  lampiran Kepmenkes ini, sebagai berikut: Polio merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang dapat dibasmi. Strategi untuk membasmi polio […] Continue reading →

Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

Dasar Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit di Indonesia Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dimana didalamnya terdapat bangunan, peralatan, manusia (petugas, pasien danpengunjung)  dan   kegiatan  pelayanan   kehatan, selain  dapatmenghasilkan dampak positif berupa produk pelayanan kesehatan yangbaik  terhadap pasien dan memberikan keuntungan retribusi bagipemerintah dan lembaga pelayanan itu sendiri, rumah sakit juga dapatmenimbulkan dampak negatif berupa pengaruh […] Continue reading →

Surveilans AFP Rumah Sakit

Kegiatan Sistem surveilans aktif rumah sakit Surveilans AFP adalah pengamatan yang dilakukan terhadap semua kasus kelumpuhan yang sifatnya layuh (flaccid) seperti kelumpuhan pada poliomielitis dan terjadi pada anak berusia <15 tahun, dalam upaya untuk menemukan adanya transmisi virus polio liar Surveilans AFP harus dapat menemukan semua kasus AFP dalam satu wilayah yang diperkirakan minimal 2 […] Continue reading →

Hipotesa Jenis Makanan Penyebab KLB Keracunan Makanan

Cara Menduga Penyebab Keracunan Makanan Berdasarkan Jenis Makanan dan Masa Inkubasi Penyakit Sebagai usaha untuk menentukan penyebab (jenis makanan maupun mikroba), sebuah Kejadian Luar Biasa (KLBI) keracunan makanan harus dilakukan penyelidikan epidemiologi pada makanan, korban keracunan serta observasi lingkungan tempat kejadian. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi makanan penyebab, bahan kimia atau mikroba penyebab keracunan, baik […] Continue reading →

Pengertian Surveilans

Pengertian Surveilans Epidemiologi dan Kesehatan Terdapat berbagai pengertian surveilans. Menurut WHO (2004), surveilans merupakan proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data secara sistemik dan terus menerus serta penyebaran informasi kepada unit yang membutuhkan untuk dapat mengambil tindakan. Berdasarkan definisi diatas dapat diketahui bahwa surveilans adalah suatu kegiatan pengamatan penyakit yang dilakukan secara terus menerus dan […] Continue reading →