Epidemiologi Penyakit Difteri

Imunisasi dan Epidemiologi Difteri Difteri adalah suatu penyakit bakteri akut terutama menyerang saluran pernafasan bagian atas seperti tonsil, faring, laring, hidung, namun ada juga yang menyerang selaput lendir atau kulit serta kadang-kadang konjungtiva atau vagina. Diperkirakan 1,7 juta kematian pada anak atau 5% pada balita di Indonesia adalah akibat PD3I. Laporan WHO menggambarkan bahwa hasil […] Continue reading →

Faktor Pola Makan dan Penyakit Infeksi Penyebab Gizi Buruk

 Pola makan dan Penyakit Infeksi sebagai faktor Penyebab Gizi Buruk Faktor yang berperan penting dalam mempengaruhi kualitas gizi pada makanan tambahan Balita, diantaranya adalah tingkat penghasilan keluarga. Menurut beberapa studi, balita gizi buruk biasanya memiliki masalah susah makan. Selain dipengaruhi oleh penyakit infeksi, juga oleh terlalu banyak jajan, terlalu lama disapih, tidak suka minum susu, […] Continue reading →

Indikator Kualitas Biologis Air Bersih

Mikroorganisme Indikator Kualitas Air dan Syarat Mikrobiologis Air Bersih Menurut Effendi (2007), kegiatan industri, domestik, dan kegiatan lainnya dapat berdampak negatif terhadap sumber daya air, antara lain menyebabkan penurunan kualitas air. Kondisi demikian dapat menimbulkan gangguan, kerusakan, dan bahaya bagi mahluk hidup yang bergantung pada sumber daya air. Apabila tidak diperhatikan maka air dari sumber […] Continue reading →

Kesling Air Bersih

 Beberapa Aspek Kesehatan Lingkungan Air Bersih Menurut WHO (2005), kurangnya akses terhadap air minum yang aman, bersama dengan dengan hygiene dan sanitasi yang tidak memadai berkontribusi besar terhadap 1,8 juta kematian per tahun karena penyakit diare. Hasil studi WHO (2007) memperlihatkan bahwa intervensi lingkungan melalui modifikasi lingkungan dapat menurunkan risiko penyakit diare sampai dengan 94%. […] Continue reading →

AMDAL

 Pengantar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Pembangunan yang di lakukan semua sektor pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Namun demikian tidak dapat terelakkan bahwa kenyataannya pembangunan yang dilakukan juga menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup yang merupakan tempat bagi masyarakat untuk mempertahankan kehidupannya. Hal ini terjadi karena lingkungan hidup mempunyai daya dukung dan daya tampung […] Continue reading →

Prosedur Pemeriksaan Usap Alat Makan

Bahan, Cara Pengambilan, dan Pemeriksaan Usap Alat Makan Pemeriksaan angka kuman alat makan dilakukan dengan usap alat makan dan pemeriksaan angka kuman di laboratorium dengan metode PCA (Plate Count Agar). Berikut tahap pemeriksaan angka kuman usap alat (Depkes, 1991): Alat dan bahan pengambilan sampel 1. Media transport cairan buffer phosphate dalam botol. Berisi cairan -1/4 […] Continue reading →

Kriteria Warung Makan Sehat

 Pengertian dan Batasan Warung Makan Saat ini makanan tidak lagi dipandang hanya sebagai sumber kalori, protein, vitamin dan mineral. Lebih dari itu zat-zat yang terkandung dalam makanan yang bermutu tinggi dapat berperan besar dalam meningkatkan ketajaman daya pikir dan kecerdasan, serta penting artinya bagi kepekaan kita terhadap rasa seni, budaya, keindahan serta religi. Pangan tidak […] Continue reading →

Peralatan Pengukur Faktor Lingkungan Pada Surveilans Vektor

 Peralatan untuk mengukur faktor-faktor lingkungan surveilans vektor Berikut beberapa peralatan untuk surveilans vektor khususnya nyamuk menurut Permenkes 374/MENKES/PER/III/2010 Tentang Pengendalian Vektor. Peralatan tersebut dipergunakan untuk mengukur faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap populasi vektor seperti suhu, kelembaban, kadar garam di tempat perindukkan, PH, kecepatan angin, curah hujan dan ketinggian. Jenis-jenis peralatan yang biasa dipergunakan untuk […] Continue reading →

Indikator Perifiton

 Indikator Perifiton pada Pencemaran Air Organisme lain yang dapat dijadikan sebagai bio indikator suatu pencemaran adalah perifiton. Perifiton dapat menjadi indikator biologi pada pencemaran limbah domestic. Keberadaan spesies perifiton dipengaruhi oleh parameter kualitas air secara fisik dan kimia, parameter tersebut di pengaruhi oleh tata guna lahan dan intensitas kegiatan manusia di sekitarnya. Penelitian spesies-spesies perifiton […] Continue reading →

Penyebab Keracunan Makanan

Bakteri Penyebab Kontaminasi dan Keracunan Makanan Pengertian makanan meneurut beberapa sumber, diantaranya Permenkes, adalah barang yang digunakan sebagai makanan atau minuman manusia, termasuk permen karet dan sejenisnya akan tetapi bukan obat. Makanan dapat menimbulkan penyakit (foodborne diseases) apabila terkontaminasi oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang sering ditemukan dalam makanan diantaranya adalah bakteri. Bakteri dapat merusak makanan dengan […] Continue reading →