Peralatan Pengukur Faktor Lingkungan Pada Surveilans Vektor

 Peralatan untuk mengukur faktor-faktor lingkungan surveilans vektor Berikut beberapa peralatan untuk surveilans vektor khususnya nyamuk menurut Permenkes 374/MENKES/PER/III/2010 Tentang Pengendalian Vektor. Peralatan tersebut dipergunakan untuk mengukur faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap populasi vektor seperti suhu, kelembaban, kadar garam di tempat perindukkan, PH, kecepatan angin, curah hujan dan ketinggian. Jenis-jenis peralatan yang biasa dipergunakan untuk […] Continue reading →

Indikator Perifiton

 Indikator Perifiton pada Pencemaran Air Organisme lain yang dapat dijadikan sebagai bio indikator suatu pencemaran adalah perifiton. Perifiton dapat menjadi indikator biologi pada pencemaran limbah domestic. Keberadaan spesies perifiton dipengaruhi oleh parameter kualitas air secara fisik dan kimia, parameter tersebut di pengaruhi oleh tata guna lahan dan intensitas kegiatan manusia di sekitarnya. Penelitian spesies-spesies perifiton […] Continue reading →

Penyebab Keracunan Makanan

Bakteri Penyebab Kontaminasi dan Keracunan Makanan Pengertian makanan meneurut beberapa sumber, diantaranya Permenkes, adalah barang yang digunakan sebagai makanan atau minuman manusia, termasuk permen karet dan sejenisnya akan tetapi bukan obat. Makanan dapat menimbulkan penyakit (foodborne diseases) apabila terkontaminasi oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang sering ditemukan dalam makanan diantaranya adalah bakteri. Bakteri dapat merusak makanan dengan […] Continue reading →

Standar Asupan Zat Yodium

Standar Asupan dan Sumber Penting Zat Yodium Sebagaimana kita ketahui, berdasarkan aspek kesehatan masyarakat, masalah serius yang disebabkan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) adalah dampak terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan intelektuallitas. Menurut beberapa penelitian, penderita gondok sedang dapat mengalami penurunan IQ sebesar 5 poin dibawah normal, sedangkan penderita GAKY lain sejumlah 10 poin dibawah normal […] Continue reading →

Metode Pengendalian Kebisingan

 Cara Pengendalian Kebisingan Pada Lingkungan Pengendalian kebisingan mutlak diperlukan untuk memperkecil pengaruhnya pada kesehatan kita. Usaha pengendalian kebisingan harus dimulai dengan melihat komponen kebisingan, yaitu Sumber radiasi, Jalur tempuh radiasi, serta Penerima (telinga). Antisipasi kebisingan dapat dilakukan dengan intervensi terhadap ketiga komponen ini. Secara garis besar, ada dua jenis pengendalian kebisingan, yaitu pengendalian bising aktif […] Continue reading →

Sanitasi Makanan Jajanan

Cheklist Penilaian Sanitasi Makmin Jajanan Sekolah Beberapa dasar hukum yang digunakan terkait makanan jajanan pada anak sekolah ini diantaranya adalah : Permenkes RI  942/MENKES/SK/VII/2003 Tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indones Nomor 715/MENKES/SK/V/2003  Tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasaboga Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 Tentang Syaratan Hygiene Sanitasi Rumah […] Continue reading →

Dampak Limbah Medis

Pengaruh Limbah Rumah Sakit Terhadap Lingkungan dan Kesehatan Limbah yang dihasilkan oleh kegiatan sarana pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit, bila tidak ditangani dengan benar akan dapat mencemari lingkungan. Berbagai upaya penting dilakukan, sehingga pengelolaan limbah rumah sakit dapat dilakukan optimal, sehingga masyarakat dapat terlindungi dari bahaya pencemaran lingkungan dan penyakit menular yang bersumber dari limbah […] Continue reading →

Metode Pengendalian Kebisingan

Prosedur dan Metode Pengendalian Kebisingan Pengendalian kebisingan mutlak diperlukan untuk memperkecil pengaruhnya pada kesehatan kita. Usaha pengendalian kebisingan harus dimulai dengan melihat komponen kebisingan, yaitu Sumber radiasi, Jalur tempuh radiasi, serta Penerima (telinga). Antisipasi kebisingan dapat dilakukan dengan intervensi terhadap ketiga komponen ini. Secara garis besar, ada dua jenis pengendalian kebisingan, yaitu pengendalian bising aktif […] Continue reading →

Imunisasi Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B dan Sejarah Imunisasi Hepatitis B Sesuai rekomendasi WHO (1974), dilaksanakan Expanded Programme Immnuzation (EPI). Tujuan program ini antara lain memberikan proteksi dini terhadap 6 penyakit menular pada anak-anak diseluruh dunia. Kemudaian di Indonesia sejak tahun 1977 dilaksanakan Program Pengembangan Imunisasi (PPI) dengan anjuran pokok agar semua anak mendapatkan imunisasi untuk beberapa macam […] Continue reading →

Metode Pemeriksaan E Coli DenganTeknik H2S

 PEMERIKSAAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR METODE H2S Menjawab permintaan mas Putut dalam kolom shoutmix tentang artikel yang terkait laboratorium, berikut artikel tentang Pemeriksaan Kualitas Bakteriologis Air dengan menggunakan metode H2S. Tulisan ini mengacu pada Pedoman Pemeriksaan Kualitas Bakteriologis Air Untuk Daerah Perdesaan Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Tahun 1997. […] Continue reading →