Fogging dan Resistensi Nyamuk

Pelaksanaan Fogging dan dampak Resistensi Aedes Aegypti Terhadap Insektisida Sebagaimana kita ketahui, usaha pengendalian dan pemberantasan vektor demam berdarah telah banyak dilakukan. Selain dengan menerapkan usaha pemberantasan sarang nyamuk (PSN), juga dilakukan fogging untuk memutus mata rantai penularan DBD.  Fogging dimaksudkan sebagai upaya membasmi nyamuk dewasa (aedes aegyti). Di pasaran, saat ini, salah satu jenis […] Continue reading →

Diagnosis Malaria

Pengertian dan Gejala Klinis Malaria Terdapat beberapa cara penularan malaria, selain melalui gigitan nyamuk, malaria juga dapat ditularkan melalui transfusi darah atau jarum suntik yang tercemar darah yang mengandung sporozoit serta dari ibu hamil kepada bayinya. Berdasarkan laporan CDC (2010), terdapat 67 spesies Anopheles yang dapat menularkan malaria. Dari jumlah tersebut 22 species diantaranya berada […] Continue reading →

Pengertian dan Tujuan Evaluasi

Pengertian dan Tujuan Evaluasi pada Tahap Manajemen Salah satu tahap pelaksanaan manajemen itu secara langsung maupun tidak langsung sudah sering kita lakukan. Kita melakukan evaluasi cakupan akses sanitasi dasar kita, jamban improved kita, laik sehat rumah makan dan restoran kita dan lain sebagainya. Berdasarkan waktu, kita  melakukan evaluasi itu di akhir tahun untuk kepentingan penyusunan […] Continue reading →

Jabatan Fungsional Nutrisionis

Dasar Hukum dan Pengertian Jabatan Fungsional Nutrisionis Sebagai tindak lanjut diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil, dalam bidang kesehatan khususnya jabatan fungsional  gizi atau nutrisionis kemudian diterbitkan beberapa peraturan yang mengaturnya. Dasar hukum yang mengatur jabatan fungsional nutrisionis, antara lain mengatur hal-hal terkait dengan bidang pelayanan gizi, makanan […] Continue reading →

Prinsip dan Syarat PMT Pemulihan

 Prinsip dan Syarat Makanan pada PMT Pemulihan Sebagaimana diketahui, salah satu kebijakan dan upaya yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi masalah kekurangan gizi  pada balita dan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK), dilakukan dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan. Pemberian PMT Pemulihan dimaksudkan sebagai tambahan, bukan sebagai pengganti makanan utama sehari-hari pada sasaran. Bahan makanan tambahan […] Continue reading →

Pengertian Gizi Buruk

Gizi buruk dan Metode Penentuan Status Gizi   Pengertian status gizi menurut Almatsier (2009), adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Yang dibedakan antara status gizi buruk, kurang, baik dan lebih. Status gizi baik atau optimal terjadi apabila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, […] Continue reading →

Jenis Mikroorganisme dalam Air Limbah

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Jumlah dan Jenis Mikroorganisme dalam Air Limbah Pengolahan limbah secara biologi adalah pengolahan air limbah dengan menggunakan mikroorganisme seperti ganggang, bakteri, protozoa, untuk menguraikan senyawa organik dalam air limbah menjadi senyawa yang sederhana. Pengolahan tersebut mempunyai tahapan seperti pengolahan secara aerob, anaerob dan fakultatif. Pengolahan air limbah bertujuan untuk menghilangkan […] Continue reading →

Pencemaran Detergen Sumur Gali

Pencemaran Surfaktan atau Detergen Pada Air Bersih Sumur Gali Limbah detergen yang mencemari badan air atau sumur gali umumnya berasal darilimbah rumah tangga dan berbagai kegiatan masyarakat yang menggunakan detergen secara besar-besaran, sehingga pencemaran air bersih oleh zat ini semakin hari semakin mengkawatirkan. Detergen atau surfaktan sintetis merupakan zat toksik, bersifat karsinogenik dapat menimbulkan kanker […] Continue reading →

Metode Pengendalian Kebisingan

Prosedur dan Metode Pengendalian Kebisingan Pengendalian kebisingan mutlak diperlukan untuk memperkecil pengaruhnya pada kesehatan kita. Usaha pengendalian kebisingan harus dimulai dengan melihat komponen kebisingan, yaitu Sumber radiasi, Jalur tempuh radiasi, serta Penerima (telinga). Antisipasi kebisingan dapat dilakukan dengan intervensi terhadap ketiga komponen ini. Secara garis besar, ada dua jenis pengendalian kebisingan, yaitu pengendalian bising aktif […] Continue reading →

Dampak Pencemaran Timbal pada Kesehatan

Dampak dan Proses Pencemaran Timbal (Pb) pada Kesehatan Saat ini masalah pencemaran lingkungan sudah sedemikian membahayakan lingkungan dan kesehatan. Kondisi lingkungan tercemar menyebabkan penurunan kualitas lingkungan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia. Pencemaran lingkungan terjadi sebagai akibat masuk atau dimasukkannya sesuatu (makhluk hidup, zat, atau energi) kedalam lingkungan. Lingkungan dikatagorikan tercemar jika telah […] Continue reading →