Sanitasi Darurat Daerah Bencana

 Standar Sanitasi Darurat pada Daerah Bencana Berikut beberapa summary dari dasar pelaksanaan permasalahan sanitasi yang harus diperhatikan pada daerah bencana: Dasar pelaksanaan Sanitasi Darurat pada daerah bencana mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 12/MENKES/SK/I/2002 Tentang Pedoman Koordinasi Penanggulangan Bencana Di Lapangan. Dasar hukum ini juga mengacu pada beberapa keputusan, baik keputusan Presiden […] Continue reading →

Dasar Hukum AMDAL

Peraturan dan Dasar Hukum Terbaru Bidang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)Terdapat beberapa dasar hukum dan peraturan tentang AMDAL yang saat ini sudah tidak berlaku lagi. Beberapa peraturan dan dasar hukum dimaksud, antara lain : Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang AMDAL Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan AMDAL […] Continue reading →

Kompetensi Sanitarian

 Komponen Uji Kompetensi Sanitarian Artikel berikut ini merupakan sekilas informasi tentang uji kompetensi tenaga kesehatan, diambil dari beberapa sumber. Namun sampai saat tulisan ini kami upload, belum dilengkapi dengan referensi Peraturan Menteri Kesehatan yang terkait dengan Uji Kompetensi ini. Pada saat browsing, kami hanya menemukan peraturan dimaksud dalam bentuk rancangan, sehingga bagi rekan – rekan […] Continue reading →

Pencemaran Makanan

Mekanisme terjadinya pencemaran makanan Makanan yang terkontaminasi dapat menimbulkan gejala penyakit baik infeksi maupun keracunan. Kontaminasi makanan adalah terdapatnya bahan atau organisme berbahaya dalam makanan secara tidak sengaja. Bahan atau organisme disebut kontaminan. Terdapatnya kontaminan dalam makanan dapat terjadi melalui 2 (dua) cara yaitu kontaminasi langsung dan tidak langsung atau kontaminasi silang. Kontaminasi langsung adalah […] Continue reading →

Tatalaksana Gizi Buruk

Prosedur Tatalaksana Balita Gizi Buruk Pusat pelayanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit, jugs kegiatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif. Upaya kesehatan wajib di puskesmas yaitu promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana, perbaikan gizi dan pemberantasan penyakit menular. Sedangkan kegiatan penanggulangan balita gizi buruk di […] Continue reading →

Prinsip Sanitasi Rumah Makan

Standar Bahan dan Pengolahan Makanan serta Prinsip Sanitasi Makanan  pada Rumah Makan dan Restoran Sebagaimana kita reka ketahui, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK/VII/2003 Tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan Dan Restoran, yang dimaksud Rumah Makan adalah setiap tempat usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan makanan dan minuman untuk umum di tempat […] Continue reading →

Definisi Bahan Tambahan Makanan

Pengertian dan Pembagian Bahan Tambahan Makanan Bahan tambahan makanan adalah bahan yang  biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan ingredien khas makanan, mempuyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi (termasuk organoleptik) pada pembuatan, pengolahan, penyediaan, perlakuan, pewadahan, bungkusan, penyimpanan atau pengangkutan makanan untuk menghasilkan […] Continue reading →

Pengertian Evaluasi

Pengertian, Ruang Lingkup dan Tujuan Evaluasi Rekan-rekan kesmas, pasti sudah sangat terbiasa dengan kegiatan evaluasi. Salah satu tahap pelaksanaan manajemen itu secara langsung maupun tidak langsung sudah sering kita lakukan. Kita melakukan evaluasi cakupan akses sanitasi dasar kita, jamban improved kita, laik sehat rumah makan dan restoran kita dan lain sebagainya. Berdasarkan waktu, kita  melakukan […] Continue reading →

Standar Kualitas Udara Ruang Rumah Sakit

 Standar dan Aspek Penilaian Standar Kualitas Udara Ruang Rumah SakitMenurut Kepmenkes No.1204/ Menkes/ SK/ X/ 2004 tentang Persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit, standard kualitas udara ruang rumah sakit adalah sebagai berikut ini: Tidak berbau (terutama bebas dari H2S dan amonia). Kadar debu (particulate matter) berdiameter kurang dari 10 micron dengan rata- rata pengukuran 8 jam […] Continue reading →

Standar Jarak Septic Tank dan Sumur

 Syarat Jarak Aman antara Septic Tank dengan Sumur Gali dan Faktor yang Mempengaruhinya Pada penelitian yang dilakukan oleh Gotaas, dkk dalam Soeparman (2002), sumber kontaminasi yang berupa tinja manusia yang ditempatkan dalam lubang yang menembus permukaan air tanah. Sampel positif organisme coliform didapatkan pada jarak 4 sampai 6 m dari sumber kontaminasi. Daerah kontaminasi melebar […] Continue reading →