Higiene Sanitasi Mencegah Infeksi Nosokomial

Upaya dan Tindakan Higiene Sanitasi untuk Mencegah Infeksi Nosokomial Kita memahami pengertian sanitasi selama ini sebagai sebuah tindakan terkait dengan lingkungan, sementara higiene terkait dengan tindakan kesehatan secara personal. Berikut beberapa upaya terkait higiene dan sanitasi untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial. Terkait dengan hal tersebut, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu pengertian higiene dan sanitasi. […] Continue reading →

Pedoman WHO Kualitas Udara dalam Ruangan

Pedoman WHO Untuk Kontrol Kualitas Udara dalam Ruangan, terkait Kelembaban dan Jamur Terdapat sebuah pedoman yang dikeluarkan WHO terkait kontrol kualitas udara dalam ruangan (WHO guidelines for indoor air quality : dampness and mould). Pedoman ini menurut kami penting sebagai referensi tupoksi rekan-rekan Sanitarian, misalnya untuk melengkapi referensi penyehatan rumah. Berikut beberapa kuotasi yang diambilkan […] Continue reading →

Meningkatkan Status Gizi dengan Zat Besi

Pentingnya Zat Besi untuk Meningkatkan Status Gizi Balita Status gizi dipengaruhi oleh PMT-P dan asupan energi, protein dan zat besi yang diperlukan untuk sintesis hemoglobine. Zat besi merupakan mikro mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia dan hewan, yaitu sebanyak 3-5 mg dalam tubuh manusia dewasa. Besi mempunyai fungsi esensial sebagai alat untuk mengangkut […] Continue reading →

Download Permenkes Nomor 43 Tahun 2016 Tentang SPM Bidang Kesehatan.

Download Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Disebutkan pada Permenkes ini (pasal 1), Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan (SPM), merupakan acuan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Selanjutnya diuraikan beberapaJenis Layanan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan antara […] Continue reading →

Jenis Terbanyak Infeksi Nosokomial

Frekuensi Terbanyak Jenis Infeksi Nosokomial Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapat di rumah sakit tanpa adanya masa inkubasi ketika masuk rumah sakit.  Menurut sebuah hasil penelitian, angka kematian yang disebabkan infeksi nosokomial cukup tinggi. Misalnya di Kanada terjadi 8.500 kematian akibat Infeksi nosokomial setiap tahunnya. Sementara di Amerika, infeksi ini bertanggung jawab pada 20.000 kematian […] Continue reading →

Download Permenkes Nomor 2 Tahun 2013 Tentang KLB Keracunan Pangan

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan Berikut beberapa isi permenkes tentang KLB Keracunan pangan. Bahwa Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan koordinasi dalam penanggulangannya; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 28 […] Continue reading →

Jabatan Fungsional Nutrisionis

 Dasar Hukum dan Unsur Penilaian Jabfung Nutrisionis Dasar hukum jabfung Nutrisionis adalah Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur negara nomor 23/KEP/M.PAN/4/2001 tanggal 4 April 2001  Tentang Jabatan Fungsional  Nutrisionis. Sesuai keputusan tersebut yang dimaksud Nutrisionis  adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan teknis fungsional […] Continue reading →

Efek Timbal Terhadap Kesehatan

 Efek Pencemaran Timbal Terhadap Kesehatan Diantara semua sistem pada organ tubuh, sistem syaraf merupakan sistem yang paling sensitif terhadap daya racun yang dibawa oleh logam Pb. Pengamatan yang dilakukan pada pekerja tambang dan pengolahan timbal menunjukkan bahwa pengaruh dari keracunan Pb dapat menimbulkan kerusakan otak, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan otak, sebagai akibat dari keracunan Pb […] Continue reading →

Kurang Energi Protein (KEP)

Pengertian, Tipe, Gejala Klinis Kurang Energi Protein (KEP) Kurang Energi Protein (KEP) merupakan salah satu penyakit gangguan gizi yang disebabkan oleh kekurangan energi maupun protein dalam proporsi yang berbeda-beda, pada derajat yang ringan sampai berat.   Beberapa pengertian Kurang Energi Protein (KEP): KEP adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam […] Continue reading →

Surveilans Faktor Risiko Pada Wilayah Bencana

Surveilans Penyakit dan Faktor Risiko pada Wilayah Bencana Tujuan utama surveilans penyakit dan faktor risiko pada wilayah bencana adalah untuk menyediakan informasi kematian dan kesakitan penyakit potensial wabah yang terjadi di daerah bencana.  Secara khusus tujuan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan identifikasi berikut: Identifikasi secara dini kemungkinan terjadinya peningkatan jumlah penyakit yang berpotensi menimbulkan […] Continue reading →