Penyakit Bawaan Sampah

Dampak Lingkungan dan Kesehatan Sampah

Terdapat beberapa pengertian sampah, antara lain menurut Soemirat (2007), sampah adalah segala sesuatu yang tidak lagi dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat. Sementara Notoatmodjo (2003) mengemukakan sampah adalah sesuatu bahan atau benda padat yang sudah tidak terpakai lagi oleh manusia atau sudah tidak digunakan dalam suatu kegiatan manusia dan dibuang. Beberapa prinsip pengertian sampah, diantaranya bahwa sampah merupakan sesuatu benda atau bahan padat, berhubungan baik langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan manusia, serta tidak diperlukan lagi.

Sampah menurut WHO adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Menurut Chandra (2007), salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatan penduduk. Semakin padat penduduk, sampah semakin menumpuk karena tempat untuk menampung sampah kurang dan semakin meningkat aktivitas penduduk, sampah yang dihasilkan semakin banyak

Selain sering menimbulkan banyak, namun sampah juga bias bermanfaat jika mampu mengelola dengan baik.  Berdasarkan jenisnya, sampah baik yang berbentuk bahan organik maupun anorganik, dapat dipakai dan diolah menjadi suatu bentuk yang mempunyai daya guna kembali. Beberapa alternatif pemanfaatan sampah antara lain

  1. Dibuat pupuk atau kompos, untuk menyuburkan tanah dengan adanya proses dekomposisi sampah menjadi humus.
  2. Dipakai untuk bahan makanan ternak melalui proses pengolahan dan pemilahan sampah sebelum diberikan pada ternak, guna mencegah pengaruh buruk dari sampah.
  3. Dibakar atau dipakai sebagai bahan bakar misal untuk briket atau biogas.
  4. Untuk menimbun tanah rawa.
  5. Diambil dan dimanfaatkan kembali untuk keperluan lain.
  6. Diperbaiki kembali seperti fungsi semula.

Dampak Kesehatan dan Lingkungan Sampah
Dampak langsung sampah pada kesehatan antara lain karena kontak langsung dengan sampah yang bersifat beracun, korosif, karsinogenik, teratogenik dan lain-lain. Juga karena sampah yang mengandung kuman pathogen sehingga dapat menimbulkan penyakit. Sementara dampak tidak langsung akibat proses pembusukan, pembakaran dan pembuangan sampah. Selain itu efek tidak langsung lain berupa penyakit bawaan vektor yang berkembangbiak di dalam sampah. Timbulan sampah beresiko dapat menjadi sarang lalat dan tikus. Sebagaimana kita ketahui, lalat dapat menjadi vektor berbagai penyakit perut, juga tikus sering membawa pinjal penyebab penyakit pes.

Penyakit bawaan sampah sangat luas dan dapat berupa penyakit menular dan tidak menular. Penyakit tersebut berupa gangguan pernafasan karena adanya pembusukan sampah oleh mikroorganisme yang menghasilkan gas hidrogen sulfide (H2S) dan gas metan (CH4) yang bersifat racun bagi tubuh, gangguan pada pencernaan seperti diare yang disebabkan oleh adanya vektor yang membawa kuman penyakit dan penyakit kulit yang disebabkan beberapa jenis jamur mikroorganisme patogen yang hidup dan berkembang biak di dalam sampah (Soemirat, 2009).

Menurut Soemirat (2007), penyakit bawaan sampah sangat luas dan dapat berupa penyakit menular, tidak menular dan dapat juga berupa akibat kebakaran, keracunan dan lain-lain.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik juga akan berdampak terhadap lingkungan, seperti terjadinya pencemaran baik pencemaran tanah, udara maupun air.

  1. Pencemaran tanah. Pencemaran tanah oleh sampah dapat terjadi akibat adanya sampah plastik, pecahan kaca, karet, dan bahan-bahan yang sukar membusuk sehingga tanah tercemar dan dalam waktu yang lama tidak dapat ditanami.
  2. Pencemaran udara. Terbentuknya gas-gas akibat proses dekomposisi sampah menyebabkan udara tercemar oleh bau dari gas seperti CO2, H2S, CH4, dan NH3. Sampah yang terbakar juga mencemari udara karena adanya gas CO2 dan CO.
  3. Pencemaran air. Hasil dekomposisi sampah dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Terjadinya penyuburan pada badan air karena menerima nutrisi hasil dekomposisi memungkinkan terjadinya ledakan populasi dan akan mengganggu kehidupan biota lain. Salah satu akibat penyuburan (eutrofikasi) ini adalah terjadinya pendangkalan badan air yang dapat menyebabkan banjir.

Dampak leachate atau cairan sampah.
Leachate atau rembesan cairan sampah yang mengandung bahan terlarut berbahaya untuk kesehatan. Leachate dapat mencemari lingkungan seperti air permukaan, air tanah serta badan air yang berada dekat TPA Sampah. Leachate  harus dikelola untuk meminimalkan dampak pencemaran ini.

Referensi, antara lain : Soemirat,J., 2007, Kesehatan Lingkungan, Gadjah Mada University Press; Notoatmodjo,S., 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat (Prinsip-PrinsipDasar), Rineka Cipta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.