PIN Polio Tahun 2016

Petunjuk Teknis Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Tahun 2016 Kementerian Kesehatan RI 2015

Setelah berhasil menerima sertifikasi bebas polio dari WHO untuk wilayah South East AsiaRegion (SEAR) pada bulan Maret 2014, tahun 2016 akan banyak kediatan sebagai bagian dari eradikasi polio atau polio endgame strategi. Beberapa strategi dimaksud antara lain:

  1. Maret 2016, akan dilakukan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, dengan target seluruh anak usia 0-59 bulan
  2. April 2016, penggantian jenis vaksin trivalent oral polio vaccine (tOPV) ke bivalent oral polio vaccine (bOPV
  1. Juli 2016, Introduksi jenis vaksin Inactivated Polio Vaccine (IPV)
  1. Tahun 2020: Penghentian penggunaan seluruh oral polio vaccine (OPV) setelah semua kasus polio liar sudah berhasil dieradikasi.

Berdasarkan Petunjuk Teknis Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, Kementerian Kesehatan RI (2015), disebutkan bahwa Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat cost effective. Banyak kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Sementara gerakan eradikasi polio secara global akan memberi keuntungan secara finansial. Tidak akan ada lagi anak-anak yang menjadi cacat karena polio sehingga biaya yang diperlukan untuk rehabilitasi penderita polio dan biaya untuk imunisasi polio dapat dikurangi.

PIN Polio 2015World Health Assembly (WHA) mendeklarasikan bahwa eradikasi polio adalah salah satu isu kedaruratan kesehatan masyarakat dan perlu disusun suatu strategi menuju eradikasi polio (Polio Endgame Strategy). Salah satu strategi tersebut dilakukan dengan pelaksanaan PIN Polio.

Pengertian PIN Polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada kelompok sasaran imunisasi untuk mendapatkan imunisasi polio tanpa memandang status imunisasi yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi program dan kajian epidemiologi.

Tujuan Umum PIN untuk tercapainya eradikasi polio di dunia pada akhir tahun 2020. Sedangkan tujuan khusus sebagai berikut:

  1. Memastikan tingkat imunitas terhadap polio di populasi (herd immunity) cukup tinggi dengan cakupan > 95%.
  1. Memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0-59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabkan oleh virus polio Sabin.

Sasaran dan Tempat Pemberian Imunisasi

PIN Polio akan dilaksanakan pada bulan Maret 2016 dengan sasaran semua anak usia 0 s.d 59 bulan tanpa memandang status imunisasinya.Sedangkan Tempat Pemberian Imunisasi dilaksanakan di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Klinik swasta dan Rumah Sakit serta pos pelayanan imunisasi lainnya di bawah koordinasi Dinas Kesehatan setempat.

Beberapa hal yang diperlukan dalam penyusunan rencana kerja pelaksanaan PIN Polio 2016 antara lain:

  1. Menentukan jumlah sasaran
  2. Menghitung Kebutuhan logistik.
  3. Menghitung ketersediaan sarana rantai vaksin (cold chain) dan petugas imunisasi

Beberapa hal yang harus dikerjakan oleh petugas pelaksana imunisasi di lapangan antara lain:

  1. Memastikan rantai vaksin dalam kondisi baik.
  2. Memastikan vaksin polio dan penetesnya dalam jumlah yang sama dan cukup.
  3. Memastikan vaksin dalam kondisi baik, belum kadaluarsa, VVM dalam kondisi A atau B.
  4. Memberikan imunisasi sesuai prosedur (melalui tetes oral).
  5. Melakukan pengelolaan limbah imunisasi secara aman.
  6. Memantau, menangani dan melaporkan kasus KIPI.
  7. Memeriksa pencatatan dan pelaporan cakupan imunisasi dan logistik serta melengkapinya pada akhir kegiatan.
  8. Membina kader dalam melaksanakan tugasnya.
  9. Melakukan kerjasama dengan tokoh masyarakat.
  10. Melakukan sweeping terhadap anak yang belum mendapat imunisasi polio saat PIN

Sedangkan kader bertugas membantu pelaksanaan imunisasi dalam hal:

  1. Menggerakkan orang tua dan sasaran untuk datang ke Pos Pelayanan Imunisasi/Posyandu.
  2. Mengatur alur pelayanan imunisasi.
  3. Mencatat sasaran dan memberi tanda pada kuku jari kelingking kiri sasaran yang sudah diimunisasi.
  4. Melaporkan pada petugas bila ditemukan kasus KIPI.
  5. Mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi rutin dengan selalu membawa buku KIA
  6. Membantu melakukan pemetaan sasaran yang tidak hadir pada saat PIN untuk kemudian dijadikan sasaran dalam pelaksanaan sweeping
  7. Memberikan imunisasi Polio jika diperlukan.

Waktu pelaksanaan PIN Polio dilakukan selama kurang-lebih 4 jam, namun dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.

Petujuk teknis pelaksanaan PIN secara lengkap dapat didownload di website Kemkes.go.id

Refference: Petunjuk Teknis Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Tahun 2016 Kementerian Kesehatan Ri 2015.

Incoming Search Terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.