Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit penular yang disebabkan oleh infeksi virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti (dan kadang Aedes albopictus). Virus ini termasuk dalam genus Flavivirus dan memiliki beberapa serotipe yang berpotensi menyebabkan infeksi ulang dan komplikasi yang lebih berat jika terpapar serotipe berbeda.
DBD merupakan penyakit yang sering menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara beriklim tropis seperti Indonesia karena nyamuk vektor ini mudah berkembang biak di lingkungan dengan air tergenang.
Penyebab, Penularan, dan Gejala DBD
Penyebab dan Penularan
DBD terjadi ketika seseorang digigit oleh nyamuk Aedes yang membawa virus dengue. Nyamuk ini aktif di siang hari dengan puncak aktivitas pagi dan sore hari, sehingga paparan gigitan nyamuk merupakan mekanisme utama penularan.
Gejala Klinis
Jika tidak ditangani, DBD dapat berkembang menjadi bentuk yang lebih berat seperti Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) yang ditandai pendarahan, syok, dan dapat berujung kematian.
Tren Kasus dan Kematian DBD di Indonesia tercatat terus mengalami kejadian demam berdarah dengue yang tinggi setiap tahunnya, dan kasusnya tersebar di hampir seluruh wilayah. Sementara tren kumulatif laporan menunjukkan kewaspadaan meningkat setiap musim penghujan. Meski pada awal 2025 kasus sempat lebih rendah (sekitar 10.752 kasus hingga pertengahan Februari 2025), kewaspadaan tetap tinggi karena biasanya tren meningkat di awal tahun. DBD masih tergolong sebagai endemi nasional di Indonesia yang menunjukkan fenomena kenaikan kasus musiman serta risiko wabah tiap tahun.
Sedangkan perbandingan dengan Penyakit Menular Lain, DBD adalah contoh penyakit menular yang dipengaruhi oleh lingkungan dan perilaku manusia. Berbeda dengan infeksi yang ditularkan langsung antar manusia seperti COVID-19 atau influenza, DBD lebih dipengaruhi oleh vektor (nyamuk) yang berkembang di lingkungan. Ketergantungan pada faktor iklim (curah hujan, suhu) dan sanitasi lingkungan membuat DBD sering meningkat di musim penghujan atau kemarau panjang.
Sementara itu, penyakit menular lain seperti tuberkulosis atau penyakit saluran pernapasan memiliki rute penularan yang berbeda dan tidak bergantung pada vektor nyamuk. Hal ini menempatkan DBD dalam kelompok penyakit menular yang memerlukan pendekatan pencegahan yang spesifik.
Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue
Pencegahan DBD berfokus pada pengendalian vektor (nyamuk) dan perlindungan individu dari gigitan nyamuk:
Perlindungan Diri
Pengawasan dan Edukasi Masyarakat: Peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan kerja komunitas sangat penting untuk deteksi dini area dengan populasi nyamuk tinggi.
Kewaspadaan Musiman: Karena DBD meningkat pada musim hujan dan kemarau tertentu, masyarakat perlu waspada terhadap kemungkinan wabah dengan terus menghapus potensi tempat berkembang biak nyamuk sepanjang tahun.
Referensi
Meramal Ledakan Omicran ala Bude Oleh: Munif Arifin Bude Jamilah bertanya-tanya. Dalam hati. Benarkah…
Tinjauan Aspek Lingkungan pada Vektor Demam Berdarah Dengue (DHF) Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi…
Pengobatan Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) pada Penyakit TB Paru Situasi TB paru di dunia…
Standar, Kriteria, dan Elemen Penilaian (EP) Perencanaan Terpadu Pelayanan UKM pada Standar Akreditasi Puskesmas Tahun…
tak usah terlalu risau brader, urip kui wang sinawang kuncine mung syukur lan update status…
Jenis, Interval, dan Usia Vaksinasi Lanjutan Bude Jamilah mencatat, masa pendemi Covid-19 menjadikan kata dan…