Sampai saat ini, Bude Jamilah masih konsisten mengikuti alur pandemi. Lengkap dengan hiruk pikuk cerita berlatar belakang kampung halaman, nun jauh diujung tenggara Surabaya itu.
Pun hingga saat ini, pada tahap bayang-bayang potensi omicron naik level menjadi gelombang ke-tiga.
Para pengambil kebijakan tentu sudah belajar banyak dari gelombang delta di pertengahan tahun 2021 kemarin. Saat ketika delta menggila di India, dan kita gagal menangkap pesan mencekam itu.
Saat itu tidak terdengar upaya serius pencegahan varian ini. Screening di berbagai pintu masuk negara, di bandara, pelabuhan, masih sangat longgar. Kita gamblang mengikuti berita di berbagai media, eksodan dari India leluasa masuk di berbagai bandara.
Bude kemudian getir menyaksikan sanak saudara, teman, handai taulan menjadi kurban delta.
Setiap saat suara ambulans jenazah meraung memecah keluguan kampung. Petugas kesehatan hilir mudik melakukan pelacakan kasus demi kasus. Setiap hari tanpa kepastian tanda-tanda berhenti.
Bagaimana dengan omicron?
Tentu kita belajar banyak dari delta. Setelah delta mengharu biru, tentu para pengambil kebijakan belajar serius dari “kecolongan” itu.
Kemudian dilakukan penjagaan serius di pintu masuk negara. Karena logika awal terlihat simpel. Omicron masih berada diluar teritory kita. Di Afrika Selatan, Inggris, Eropa, atau di tetangga kanan kiri kita.
Namun disisi lain kita tentu sangat mafhum. Covid-19 sangat mudah bermanuver. Daya infiltrasinya sungguh sulit dipantau, sulit dicegah. Persis seperti trojan, atau Malware, atau virus pada komputer lainnya yang selalu menuntut update Anti virusnya.
Hal diatas kemudian terbukti dengan release pertama omicron di Indonesia. Pada crew wisma atlit di Jakarta. Kemudian disusul di beberapa wilayah lain.
Sangat wajar jika kemudian Bude Jamilah bergegas menyusun hepotesis instant. Bahwa sebenarnya omicron sudah ada di kampung Bude. Sebelum laboratorium di Afsel sana mengumumkan jenis mutant itu.
Siapa tahu.
Sama – sama anak cucu trah Covid-19 alumni Wuhan. Pola proses eksodus hampir serupa. Juga sama-sama masih berada pada timeline proses mutasi virus baru sebagaimana seharusnya.
Pertanyaan hepotesis bude masih berlanjut:
Wallahu a’lam
(jRenk’22)
Jenis Insektisida Rumah Tangga Sebagaimana kita ketahui, berbagai produk insektisida memang secara khusus diproduksi untuk…
Standar, Kriteria, dan Elemen Penilaian Peningkatan cakupan dan mutu imunisasi.pada Standar Akreditasi Puskesmas Tahun 2023…
Integrasi Vaksinasi COVID-19 dalam Program Imunisasi Rutin Menurut hitungan pakde Arif, usia Pandemi Covid-19 sekitar…
Faktor yang Mempengaruhi absorbi zat besi dalam Tubuh Faktor yang mempengaruhi absorbsi besi dalam tubuh…
Sedikit berbeda itu lebih baik daripada sedikit lebih baik. Seharusnya generasi muda kota ini bangga.…
Penyakit Potensial Diwaspadai pada Pelaksanaan Surveilans dan Kesehatan Haji Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17…