Tujuan dan Tahapan Penyelidikan Epidemiologi Covid-19

Sesuai Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19), Kemenkes 2020, edisi 27 Maret 2020, terkait penyelidikan epidemiologi Covid-19 dijelaskan sebagai berikut:

Bahwa Setiap ODP, PDP dan kasus konfirmasi harus dilakukan penyelidikan epidemiologi menggunakan formulir (lampiran 6). Kegiatan penyelidikan epidemiologi dilakukan terutama untuk menemukan kontak erat/OTG. Beberapa formulir PE tercantum dalam lampiran pedoman ini, antara lain formulir pada lampiran 11, 12, dan 13.. Hasil penyelidikan epidemiologi dapat memberikan masukan bagi pengambil kebijakan dalam rangka penanggulangan atau pemutusan penularan secara lebih cepat.

Definisi KLB

Jika ditemukan satu kasus konfirmasi COVID-19 di suatu daerah maka dinyatakan sebagai KLB di daerah tersebut.

Tujuan Penyelidikan Epidemiologi

Penyelidikan epidemiologi dilakukan dengan tujuan mengetahui besar masalah KLB dan mencegah penyebaran yang lebih luas. Secara khusus tujuan penyelidikan epidemiologi sebagai berikut:

  1. Mengetahui karakteristik epidemiologi, gejala klinis dan virus
  2. Mengidentifikasi faktor risiko
  3. Mengidentifikasi kasus tambahan
  4. Memberikan rekomendasi upaya penanggulangan

Tahapan Penyelidikan Epidemiologi

Langkah penyelidikan epidemiologi untuk kasus COVID-19 sama dengan penyelidikan KLB pada untuk kasus Mers. Tahapan penyelidikan epidemiologi secara umum meliputi:

1. Konfirmasi awal KLB

Petugas surveilans atau penanggung jawab surveilans puskesmas/Dinas Kesehatan melakukan konfirmasi awal untuk memastikan adanya kasus konfirmasi COVID-19 dengan cara wawancara dengan petugas puskesmas atau dokter yang menangani kasus.

2. Pelaporan segera

Mengirimkan laporan W1 ke Dinkes Kab/Kota dalam waktu <24 jam, kemudian diteruskan oleh Dinkes Kab/Kota ke Provinsi dan PHEOC.

3. Persiapan penyelidikan :

  • Persiapan formulir penyelidikan sesuai form terlampir (lampiran 5);
  • Persiapan Tim Penyelidikan; dan Persiapan logistik (termasuk APD) dan obat-obatan jika diperlukan

4. Penyelidikan epidemiologi

  • Identifikasi kasus
  • Identifikasi faktor risiko
  • Identifikasi kontak erat
  • Pengambilan spesimen di rumah sakit rujukan
  • Penanggulangan awal

Ketika penyelidikan sedang berlangsung petugas sudah harus memulai upaya­upaya pengendalian pendahuluan dalam rangka mencegah terjadinya penyebaran penyakit kewilayah yang lebih luas. Upaya ini dilakukan berdasarkan pada hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan saat itu. Upaya-­upaya tersebut dilakukan terhadap masyarakat maupun lingkungan, antara lain dengan:

  • Menjaga kebersihan/ higiene tangan, saluran pernapasan.
  • Penggunaan APD sesuai risiko pajanan.
  • Sedapat mungkin membatasi kontak dengan kasus yang sedang diselidiki dan bila tak terhindarkan buat jarak dengan kasus.
  • Asupan gizi yang baik guna meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Apabila diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit dapat dilakukan tindakan isolasi dan karantina.

5. Pengolahan dan analisis data

6. Penyusunan laporan penyelidikan epidemiologi

kesmas

Recent Posts

Perilaku Sanitasi Penjamah Makanan

Faktor Perilaku Penjamah Makanan Pada Laik Hygiene Kantin Makanan selain mutlak bermanfaat, juga dapat sebagai…

15 hours ago

Penyakit Virus Zika Pada Ibu Hamil

Pengaruh Penyakit Virus Zika pada Wanita Hamil Sebagaimana kita ketahui, hingga saat ini tidak ada…

1 day ago

3R dalam Pengelolaan Sampah

Pengertian 3R dalam Pengelolaan Sampah Reuse : Penggunaan kembali barang yang telah digunakana untuk kepentingan…

2 days ago

Pelatihan Surveilans PD3I BBPK Ciloto 2023

Pembuktian Terbalik Penularan Penyakit, antara efektivitas upaya Preventif dan Surveilans Adequat Oleh: Munif A Pelatihan…

2 days ago

Gizi Masyarakat

Pengantar Gizi Masyarakat Pengertian Gizi secaa umum adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi…

3 days ago

Menentukan Status Gizi

Status Gizi, Menentukan Keadaan Gizi dengan Penilaian Status Gizi Status gizi adalah Ekspresi dari keadaan…

3 days ago