Oleh: Munif Arifin Kelok kali itu kian menjauh Buram pas diujung pantulan Kubah Riaknya lirih Keluh kesahnya segera ditelikung perdu colocasia esculenta (Kami terus saja bersapa basa basi disepanjang becek jalan setapak. Untuk kesekian kali). Saat menjemput pagi. Atau saat lari tersipu dihardik buram senja. Saat ini).Pantulan Kubah telah lama (kami rasa) menjadikan disharmoni pupil, lensa, dan retina Silaunya berderet mengacaukan delivery pesan nervus kranial (Sering kali kami salah sangka pada serakan eksotis cumulonimbus. Atau siul ceria burung kedasih) Pantulan kubah itu kini kian temaram dihabisi tebal senja. Yang empunya cahaya diam pas 18 derajat dibawah cakrawala Pantulan kubah itu kian tipis pudar menjauh raib diujung kelok kali (Kami kian ndak enak hati. Oleh sumpah serapah dan gundah keluarga reptil vertebrata. Yang pandangan matanya terhalang gelab gulma). Seketika kami percepat langkah. Toh diujung sana kian terasa letak dasar pilar kubah Yang pantulanya telah ditalak kelok kali. Tadi. (Akhir Juli ini)
Sekilas Sejarah Millennium Development Goals (MDGs) Indonesia, sebagaimana negara lain, akan sangat berkepentingan dengan pencapaian…
Penyelidikan Epidemiologi Dan Penanggulangan KLB MERS-COV Apabila ditemukan 1 kasus MERS-CoV konfirmasi maka dinyatakan sebagai…
Pengertian dan Batasan Warung Makan Saat ini makanan tidak lagi dipandang hanya sebagai sumber kalori,…
Demam Derdarah dan Kakteristik Nyamuk Aedes Aegypti Masalah yang selalu menghantui kita setiap tahun, khususnya…
Syarat Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan Pasar Pasar adalah suatu tempat bertemunya penjual dengan pembeli, dimana…
Implementasi Kegiatan Pelayanan Nutrisionis Technorati Tags: Jabfung Nutrisionis,Angka Kredit Jabfung Nutrisionis,Pelayanan Gizi Masyarakat Permasalahan gizi…