Categories: Public Health

Peran, Fungsi dan Konpetensi Kader Posbindu PTM

Peran, Fungsi dan Konpetensi Kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular ( PTM)

Penyakit Tidak Menular (PTM) terutama kardiovaskuler, kanker, diabetes mellitus, penyakit paru obstruktif kronik dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan, telah mengalami peningkatan kejadian dengan cepat sehingga berdampak pada peningkatan angka kesakitan dan kematian.

Berdasarkan data World Health Organization(2005), 80% kematian akibat PTM berada pada negara yang berpendapatan rendah dan menengah. WHO memperkirakan bahwa pada tahun 2020 PTM akan menyebabkan 60% kematian dan 43% dari seluruh angka kesakitan di dunia.

Sementara berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, memperlihatkan bahwa penyebab kematian terbesar di Indonesia untuk penduduk umur 5 tahun ke atas adalahstroke baik di perdesaan maupun di perkotaan. Selanjutnya hasil Riskesdas tersebut juga menunjukkan bahwa, berdasarkan diagnosa tenaga kesehatan, data prevalensi nasional untuk: penyakit sendi sebesar 30,3%, Hipertensi (untuk penduduk umur 18 tahun lebih) adalah 31,7%, Stroke 0,83%, Asma 4,0%, Kanker 0,4%, Jantung sebesar 7,2% dan Diabetes 1,1% (pemeriksaan dengan biomedis sebesar 5,7%).

Prevalensi nasional cedera adalah 7,5% (berdasarkan pengakuan responden, untuk berbagai penyebab cedera, 25,9% merupakan cedera karena lalu lintas darat). Data untuk faktor risiko PTM adalah Obesitas Umum sebesar 10,3%, Obesitas Sentral 18,8%, Toleransi Gula Terganggu (TGT) 10,2%, Kurang makan buah dan sayur 93,6%, Minum beralkohol 4,6%, Kurang aktifitas fisik 48,2%, dan Merokok 23,7% serta prevalensi kurang aktifitas fisik untuk penduduk umur 10 tahun ke atas sebesar 48,2%.

Penyakit tidak menular merupakan titik akhir dari perjalanan faktor risiko yang tidak terkendali yaitu faktor risiko perilaku seperti merokok, diet tidak seimbang, alkohol dan kurang aktifitas fisik yang akan menjadi faktor risiko perantara (hipertensi, hiperglikemia, obesitas dan hiperlipidemia) yang nantinya akan menuju pada titik akhir. Pengendalian PTM lebih dititik beratkan pada promotif dan preventif untuk mencegah faktor risiko, sehingga tidak akan berdampak pada sosial ekonomi.

Salah satu strategi pengendalian PTM diatas dilakukan dengan melibatkan peran serta masyarakat. Sedangkan bentuk pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan posbindu PTM. Pada pelaksanaannya, peran utama kegiatan posbindu PTM dilakukan oleh kader posbindu. Berikut beberapa hal terkait kader posbindu yang perlu kita ketahui.

Peran, Fungsi dan konpetensi kader Posbindu

Peran

Peran kader posbindu adalah sebagai pelaksana pengendalian faktor risiko PTM bagi masyarakat di sekitarnya melalui Posbindu PTM.

Fungsi

Fungsi kader Posbindu antara lain :

  1. Koordinator penyelenggaraan Posbindu PTM
  2. Penggerak masyarakat untuk mengikuti Posbindu PTM
  3. Pemantau pengukuran faktor risiko PTM
  4. Konselor peserta Posbindu PTM
  5. Pencatathasil kegiatanPosbindu PTM

Kompetensi

Jenis kompetensi kader posbindu yang dipersyaratkan antara lain:

  1. Pengetahuan dan pemahaman tentang Penyakit Tidak Menular (PTM)
  2. Pengetahuan penyelenggaraan Posbindu PTM
  3. Kemampuan dan ketrampilan mengukur Faktor Risiko PTM
  4. Kemampuan dan ketrampilan dalam pelaksanakan Konseling Faktor Risiko PTM
  5. Kemampuan ndan ketrampilan dalam respon Cepat PTM

Untuk membekali kader posbindu dalam melaksanakan fungsi serta untuk meningkatkan kompetensinya, beberapa referensi yang diberikan pada kader posbindu antara lain :

  1. Buku Pedoman Pengendalian DM, Depkes RI, 2006
  2. Buku Kurikulum dan Modul DM, Depkes RI, 2006
  3. Buku Petunjuk Teknis Posbindu PTM, Kemenkes RI, 2013
  4. Buku Petunjuk Teknis Pengendalian Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim, Kemenkes RI, 2012
  5. Buku Petunjuk Teknis Cedera dan Tindak Kekerasan, Kemenkes RI 2012
  6. Buku Pedoman Penyelenggaraan Posbindu PTM, Kemenkes RI, 2012
  7. Buku Petunjuk Teknis Kecelakaan Lalu lintas, Kemenkes RI, 2012
  8. Buku Pedoman Penyelenggaraan Posbindu PTM, Kemenkes RI, 2012
  9. Buku Kader Seri 4, Kemenkes RI, 2013
  10. Buku Kader Seri 1 – 4, Kemenkes RI, 2013
  11. Buku Pintar Kader Seri 1 – 5

Refference: Modul Pelatihan Posbindu PTM, Direktorat PPTM, Direktorat Jenderal PP dan PL, 2013

Incoming Search Terms:

kesmas

View Comments

Recent Posts

Tim Tanggap Darurat Bencana Bidang Kesehatan

Kebutuhan Tim Tanggap Darurat Bencana Bidang Kesehatan Kejadian bencana selalu menimbulkan krisis kesehatan, maka penanganannya…

7 hours ago

PMK KLB Covid-19 Pandemi

KLB Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan Masalah Kesehatan Masyarakat Seluruh masalah kesehatan punya karakteristik…

19 hours ago

Penyebab Terjadinya KIPI

Faktor Pencetus dan factor yang berpengaruh terhadap Kejadian Pasca Imunisasi (KIPI) Peningkatan penggunaan vaksin berpotensi…

1 day ago

Metode Pengujian COD (Chemical Oxygen Demand)

Prosedur Uji Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD) dengan Refluks Tertutup Secara Spektrofotometri Standar Nasional Indonesia (SNI)…

2 days ago

Standar Keamanan Rumah Makan dan Restoran

Sertifikat Laik Sehat dan Standar Keamanan Rumah makan dan RestoranDewasa ini masalah keamanan pangan sudah…

2 days ago

Karakteristik air Limbah

Karakteristik Fisik dan Kimia Air Limbah yang Penting Menurut Djabu (1990), air limbah adalah air…

3 days ago