Pada umumnya bahan tambahan makanan dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:
Bila dilihat dari asalnya, aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti lesitin, asam sitrat dan lain sebaginya. Selain itu dapat juga disintesis dari bahan bahan kimia yang mempunyai sifat serupa benar dengan bahan alamiah sejenis, baik susunan kimia maupun sifat metabolismenya seperti misalnya 13-karoten serta asam askorbat. Pada umunya bahan sintetik mempunyai kelebihan lebih pekat, lebih stabil dan lebih murah. Walaupun demikian kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan, dan kadang-kadang bersifat karsinogenik yang dapat merangsang terjadinya kanker pada hewan atau manusia
ADI dinyatakan dalam satuan milligram (mg) bahan tambahan makanan per kilogram (kg) berta badan. Ketika zat aditif di uji dan dievaluasi tingkat toksisitasnya maka akan ditetapkan sebuah level aman di mana tidak ada efek buruk yang ditemukan pada hewan yang digunakan untuk uji laboratorium.
Tujuan, Sasaran dan Strategi Program Klinik Sanitasi Puskesmas Sebetulnya program Klinik Sanitasi sudah mulai diperkenalkan…
Kandungan Gizi, Bahan, dan Cara Pengolahan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (Blended Food) Blended Food…
Perbedaan Permenkes 46 Tahun 2015 dan Standar Akreditasi Puskesmas Versi 2018 Berdasarkan Standar Akreditasi Puskesmas…
Masalah Gizi Masyarakat di Indonesia Menurut Almatsier (2002), zat gizi (nutrients) adalah ikatan kimia yang…
Basic Of Environmental Health Environmental health is a multi-disciplinary science that studies the dynamics of…
Kriteria Berat-Ringan GAKY Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY), merupakan sekumpulan gajala yang dapat ditimbulkan karena…