Public Health

Inpres Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Peningkatan Kemampuan Dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia

Sebagaimana kita ketahui, telah terbit Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Peningkatan Kemampuan Dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia.

Sebagai sebuaqh bentuk upaya kesiap siagaan menghadapi berbagai potensi Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia, tentu terbitnya inpres ini menjadi langkah awal penting, sebagai dasar pijakan penyusunan kebijakan, rencana dan upaya selanjutnya.

Sebagaimana termaktub didalamnya, Inpres ini lahir dalam rangka meningkatkan kemampuan ketahanan nasional dalam menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat dan/atau bencana nonalam akibat wabah penyakit, pandemi global, dan kedaruratan nuklir, biologi, dan kimia yang dapat berdampak nasional dan/atau global.

Dengan inpres ini, penetapan kebijakan terkait kesiap siagaan menghadapi potensi Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia dilakukan melalui evaluasi, kajian,dan/atau penyempurnaan peraturan perundang¬undangan dan mengambil langkah-langkah secara terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dalam meningkatkan kemampuan mencegah, mendeteksi, dan merespons wabah penyakit, pandemi global, dan kedaruratan nuklir, biologi, dan kimia, yang dapat berdampak nasional dan/atau global.

Pada Inpres ini, khusus pada lingkup kesehatan masyarakat, beberapa poin penting yang harus dilakukan antara lain sebagai berikut :

  1. mengkaji dan menyempurnakan peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang kesehatan terkait peningkatan ketahanan kesehatan global serta dukungan pembiayaan;
  2. meningkatkan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons wabah penyakit, pandemi global, dan kedaruratan nuklir, biologi, dan kimia;
  3. meningkatkan koordinasi teknis pelaksanaan International Health Regulations (IHR) 2005 dengan pendekatan multisektor;
  4. meningkatkan kapasitas surveilans kesehatan yang mampu mengidentifikasi kejadian yang berpotensi menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat, termasuk situasi di pintu keluar masuk negara, resistensi antimikroba, dan keamanan pangan;
  5. meningkatkan cakupan dan kualitas pelaksanaan imunisasi;
  6. meningkatkan pencegahan dan pengendalian zoonosis dan resistensi antimikroba;
  7. meningkatkan kapasitas dan memperkuat jejaring laboratorium yang mendukung identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat;
kesmas

Recent Posts

Diagnosis TBC Anak

Prosedur Diagnosis Penyakit TB Paru Pada Anak Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang sudah sangat lama…

18 hours ago

Cost Sharing Asuransi Kesehatan

Uneg-uneg Bude Jamillah pada BPJS Sebagai pendatang baru didunia medsos, bude Jamilah sempat membaca isu…

1 day ago

Manfaat Inisiasi Menyusu Dini

Beberapa Manfaat Inisiasi Menyusu Dini     Banyak penelitian yang menunjukkan manfaat menyusui dini, diantaranya hasil…

2 days ago

Diet Pada Kencing Manis

Prinsip Diet Pada Penderita Diabetes Berdasarkan data BPS tahun  2003 prevalensi penderita diabetes melitus  pada…

2 days ago

Dampak Kecacingan pada Anemia

Faktor infeksi kecacingan sebagai penyebab anemia Kehilangan darah karena kecacingan merupakan faktor kontribusi ke arah…

3 days ago

Penting Anda Ketahui tentang Anemia

Pengertian dan Faktor Penyebab Anemia Anemia merupakan keadaan dimana terjadi penurunan kadar hemoglobin (Hb) di…

3 days ago