Standar dan Syarat Sanitasi  Sumur Gali

Proses perembesan bahan pencemar kedalam sumur gali, seperti pencemaran oleh tinja (bakteri coliform), antara lain ditentukan oleh struktur fisik bangunan saran sumur gali. Syarat kesehatan pada sarana air bersih khususnya sumur menurut Departemen Kesehatan RI (1995) harus diberi beberapa komponen untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada air sumur. Adapun fungsi dari beberapa komponen sumur gali adalah sebagai berikut (Depkes, RI, 1998):

  1. Bibir sumur gali berfungsi sebagai pelindung keselamatan bagi pemakai dan untuk mencegah masuknya limpahan air/pencemaran ke dalam sumur.
  2. Dinding sumur berfungsi mencegah merembesnya pencemar yang berasal dari permukaan tanah maupun dari samping, juga sebagai penahan tanah supaya tidak terkikis atau longsor.
  3. Lantai sumur berfungsi untuk mencegah merembesnya air buangan ke dalam sumur dan sebagai tempat untuk melakukan aktifitas di sumur.
  4. Saluran pembuangan air limbah berfungsi untuk menyalurkan air limbah ke tempat pembuangan yang jauh dari sumur.

Kritera sumur yang memenuhi syarat kesehatan ialah :

  1. Dinding sumur minimal sedalam 3 m dari permukaan lantai/tanah, dibuat dari tembok yang tidak tembus air/bahan kedap air dan kuat( tidak mudah retak/longsor) untuk mencegah perembesan air yang telah tercemar ke dalam sumur. Ke dalaman 3 m diambil karena bakteri pada umunya tidak dapat hidup lagi.
  2. Kira-kira 1,5 m berikut ke bawah, dinding dibuat dari tembok yang tidak disemen, tujuannya untuk mencegah runtuhnya tanah.
  3. Diberi dinding tembok (bibir sumur), tinggi bibir sumur ± 1 meter dari lantai, terbuat dari bahan yang kuat dan kedap air untuk mencegah agar air sekitarnya tidak masuk ke dalam sumur, serta juga untuk keselamatan pemakai.
  4. Lantai sumur disemen/harus kedap air, mempunyai lebar di sekeliling sumur ± l,5 m dari tepi bibir sumur, agar air permukaan tidak masuk. Lantai sumur tidak retak/bocor, mudah dibersihkan, dan tidak tergenang air, kemiringan 1-5% ke arah saluran pembuanagan air limbah agar air bekas dapat dengan mudah mengalir ke saluran air limbah.
  5. Sebaiknya sumur diberi penutup/atap agar air hujan dan kotoran lainnya tidak dapat masuk ke dalam sumur, dan ember yang dipakai jangan diletakkan di bawah/lantai tetapi digantung.
  6. Adanya sarana pembuangan air limbah. Sarana pembuangan air limbah harus kedap air, minimal 2% ke arah pengolahan air buangan/peresapan.
  7. Sebaiknya air sumur diambil dengan pompa.

Incoming Search Terms:

kesmas

View Comments

Recent Posts

Sanitasi Peralatan Makanan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Angka Kuman pada Peralatan Makan Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal, berdiameter antara…

16 hours ago

Epidemiolodi Filariasis

Hospes dan Vektor Utama Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) Filariasis atau Penyakit Kaki Gajah merupakan penyakit…

1 day ago

Fasilitator Desa Siaga

Peran dan Fungsi Fasilitator Desa Siaga Desa siaga merupakan desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber…

2 days ago

Metode Pengendalian Kebisingan

Prosedur dan Metode Pengendalian Kebisingan Pengendalian kebisingan mutlak diperlukan untuk memperkecil pengaruhnya pada kesehatan kita.…

2 days ago

Standard Kualitas Air Minum

Parameter Bakteriologis Air Minum Kualitas air minum ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, sesuai…

3 days ago

Masalah Kesehatan Cacing Cambuk

Trichuris Trichiura sebagai Soil Transmitted Helminth  Trichuris Trichiura Soil Transmitted Helminth (STH) adalah cacing yang…

3 days ago