Pada saat mengikuti Seminar Nasional dan Lokakarya Strategi Manajemen Kesehatan Lingkungan Daerah Tertinggal yang diadakan Program Magister Kesling Undip Semarang, saya sempat bertemu dengan Pak Munir (yang mengaku pengunjung setia blog ini). Beliau salah seorang Sanitarian dari Kabupaten di Jawa Tengah. Dari perbincangan singkat dengan beliau ada pertanyaan dan pernyataan yang sedikit menggelitik terkait Sistem Angka Kredit Sanitarian. Walaupun posting berikut belum dapat menjawab secara tuntas pertanyaan beliau, namun kami harapkan dapat membantu rekan-rekan sanitarian, khususnya terkait dengan hiruk pikuk pengajuan angka kredit untuk kenaikan pangkat (hitung-hitung tidak usah ngetik ulang).
Peran dan Fungsi Fasilitator Desa Siaga Desa siaga merupakan desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber…
Prosedur dan Metode Pengendalian Kebisingan Pengendalian kebisingan mutlak diperlukan untuk memperkecil pengaruhnya pada kesehatan kita.…
Parameter Bakteriologis Air Minum Kualitas air minum ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, sesuai…
Trichuris Trichiura sebagai Soil Transmitted Helminth Trichuris Trichiura Soil Transmitted Helminth (STH) adalah cacing yang…
Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal Oleh: Munif Arifin Sebagai awan, pakde Arif sudah dibuat serius…
Resistensi Plasmodium terhadap Obat Anti Malaria Penyakit malaria disebabkan oleh protozoa genus plasmodium bentuk aseksual,…