Categories: Sanitarian Guide

Penyebaran Penyakit Karena Kecoak

Keempat spesies yang hidup dekat dengan manusia adalah:

  1. Blatella germanica
  2. Periplaneta americana
  3. Supella longipalpa
  4. Blatta orientalis

Di Indonesia, species Kecoak Jerman (Blatella germanica) dan Kecoak Amerika (Periplaneta americana) paling sering kita jumpai di bangunan-bangunan. Habitat kedua jenis Kecoak ini berbeda. Kecoak Amerika lebih senang berada di dalam tempat yang lembab dan hangat, seperti septic tank dan saluran sanitasi yang terletak di luar rumah. Sedangkan Kecoak Jerman senang berada di tempat yang lembab, gelap dan banyak makanan, seperti dapur, lemari makan, atau di atas plafon rumah.

Pola dan sistem reproduksi Kecoak, dapat dijelaskan, Kecoak betina menghasilkan telur, dengan Kecoak jantan menhasilkan sperma. Proses perkawinan dimulai ketika Kecoak betina mengeluarkan feromon yang berfungsi untuk memikat si jantan. Pada beberapa spesies, beberapa jantan berkelahi untuk memperebutkan satu betina. Pasca proses pembuahan berbeda untuk setiap spesies. Kecoak yang berjenis ovivipar akan mengeluarkan telurnya yang disimpan di dalam sebuah kantung yang bernama oteka (ootheca).

Oteka kemudian dilekatkan di perut si induk. Selanjutnya ada yang tetap membawa oteka tersebut hingga telur-telur di dalam oteka menetas. Namun tak jarang oteka disembunyikan di tempat yang sesuai untuk perkembangan telur. Kecoak yang berjenis ovovivipar tidak mengeluarkan oteka dari rahimmnya. Sedangkan pada Kecoak yang berjenis vivipar, bayi-bayi Kecoak berkembang di cairan yang terdapat di rahim induknya, seperti halnya kehamilan pada mamalia.

Jumlah keturunan tiap spesies Kecoak berbeda. Pada Kecoak Jerman, sepasang induk akan menghasilkan keturunan sebanyak 300.000 dalam waktu setahun. Sedangkan pada spesies Amerika, lebih sedikit, hanya 800 keturunan.

Sebagaimana kita ketahui, Kecoak mempunyai ciri antara lain berwarna coklat merah kehitaman, berbentuk kecil pipih berkaki enam yang bergerigi. Kecoak hanya sering muncul pada malam hari  dari balik dinding atau gorong-gorong. Kecoak atau lipas sudah ada sejak 300 juta tahun silam tanpa banyak berevolusi. Kecoak mapu bertahan hidup di segala musim dan iklim, baik musim panas maupun dingin. Punggungnya memiliki pelindung yang kuat, sehingga sulit dibunuh walaupun sudah dipukul dengan keras. Di alam bebas, kecoak menjadi makanan burung, mamalia kecil, dan binatang amfibi.

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa kecoak merupakan jenis serangga yang paling tahan terhadap radiasi dibandingkan dengan makhluk lain, bahkan oleh ledakan nuklir sekalipun. Saat ini, terdapat lebih dari 3.000 spesies Kecoak. Mereka tinggal dan hidup tersebar di dalam rumah, menyusup ke rumah sakit, di bawah makan, memanjat saluran sanitasi, terbang di antara sampah, bahkan hidup nyaman dihutan-hutan. Binatang ini mampu hidup selama sebulan tanpa kepalanya, sampai akhirnya mati kelaparan. Hal ini dimungkinkan karena kecoak tidak memerlukan kepala untuk bernapas, atau otak sebagai alat kontrol tubuh. Kehilangan kepala tidak membuatnya kehilangan darah seperti kita.

Ketahanan lipas diimbangi pula dengan cepatnya berkembang biak. Dalam sebulan ia bisa menghasilkan lipas yunior lebih dari 40 ekor. Mereka kaum omnivora. Makan apa saja. Feses, lem, sisa makanan di dapur, organisme mati (termasuk mayat manusia), keturunannya sendiri, bahkan bir dilahapnya.

Selain menjijikkan bagi kebanyakan orang (bahkan fobia), ditengarai kecoak sebagai penyebar bakteri dan penyakit. Juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan memicu asma, serta mengontaminasi makanan.Tetapi Kecoak tidak sekedar hewan menjijikan tapi masih memiliki manfaat yaitu Kecoak itu bagian dari rantai makanan. Selain sebagai santapan binatang lain, Kecoak membantu membersihkan lingkungan kita dari sisa-sisa organisme. Next page Morfologi Kecoak

Page: 1 2 3

kesmas

Recent Posts

Menentukan Status Gizi

Status Gizi, Menentukan Keadaan Gizi dengan Penilaian Status Gizi Status gizi adalah Ekspresi dari keadaan…

4 days ago

Penyelidikan Epidemiologi Rabies

Penyelidikan Epidemiologi Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di lapangan Menurut Kemenkes (2017), penyakit rabies merupakan…

4 days ago

Respon Imun Vaksin

Faktor Yang Berpengaruh pada Respon Imun pada Vaksin Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan…

5 days ago

Metode Pengukuran Kebisingan

Cara Pengukuran Tingkat Kebisingan pada Lingkungan Suara atau bunyi memiliki intensitas yang berbeda, contohnya jika…

5 days ago

Cara Kerja Insektisida

Berbagai Cara Kerja Insektisida dalam Tubuh Serangga Terdapat empat kelompok bahan aktif  insektisida yang saat…

6 days ago

Standar Sanitasi Susu

Beberapa Faktor yang Harus Diperhatikan Pada Pelaksanaan Sanitasi Susu Jika dilingkungan kerja rekan-rekan Sanitarian terdapat…

6 days ago