Categories: Public Health

Tanda Klinis Gizi Buruk

Pengertian dan Gejala Klinis Kurang Energi Protein (KEP)

Menurut WHO, gizi buruk adalah salah satu masalah gizi akibat konsumsi makanan yang tidak cukup mengandung energi dan protein serta karena adanya gangguan kesehatan. Anak disebut gizi buruk apabila berat badannya kurang dari berat badan normal. Pada umumnya penderita gizi buruk berasal dari keluarga yang berpenghasilan rendah (Pamungkassiwi, 2006).Sedangkan menurut Depkes RI (2005), gizi buruk adalah status gizi menurut berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) dengan Z-score <-3 dan atau dengan tanda-tanda klinis (marasmus, kwasiorkor dan marasmus-kwasiorkor). Gizi buruk juga diartikan seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari dan atau gangguan penyakit tertentu (Supariasa et al, 2002). Gizi buruk merupakan salah satu tipe dari kekurangan gizi yang disebabkan oleh masukan makanan, pencernaan atau absorbsi protein atau kalori yang tidak adekuat (Soegeng, 2004).

Pendapat senada dikemukakan oleh Suhardjo (2003), gizi kurang atau gizi buruk adalah kurangnya pemasukan energi dan protein sehingga mengakibatkan kelainan yang sulit atau tidak disembuhkan dan menghambat dalam perkembangan selanjutnya. Gizi buruk adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun yang diukur dari korelasi berat badan dengan umur sesuai standar (Iksan et al, 2004).

Menurut Almatsier (2004), kurang gizi adalah penyakit yang disebabkan kekurangan makanan sumber energi secara umum dan kekurangan sumber protein. Gizi buruk adalah keadaan  kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Gejala Klinis Gizi Buruk

Salah satu tanda terjadi masalah gizi buruk adalah terjadinya Kurang Energi Protein. Menurut Supariasa et al (2002) Kurang Energi Protein (KEP) adalah seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari dan atau gangguan penyakit tertentu. Anak disebut KEP apabila berat badannya kurang dari 80% indeks berat badan menurut umur (BB/U) baku WHO-NCHS. KEP merupakan defisiensi gizi (energi dan protein) yang paling berat dan meluas terutama pada anak balita.

Beberapa tanda klinis KEP ini antara lain :

  1. Pada Rambut terdapat tanda-tanda Kurang bercahaya (lack of clustee): rambut kusam dan kering;    Rambut tipis dan jarang (thinness and aparseness);Rambut kurang kuat/ mudah putus (straightness);Kekurangan pigmen rambut (dispigmentation): berkilat terang, terang pada ujung, mengalami perubahan warna : coklat gelap/ terang, coklat merah/ pirang dan kelabu;Tanda bendera (flag sign) dikarakteristikkan dengan pita selang-seling dari terang/ gelapnya warna sepanjang rambut dan mencerminkan episode selang-seling.
  2. Sementara tanda-tanda pada Wajah diantaranya terjadi penurunan pigmentasi (defuse depigmentation) yang tersebar berlebih apabila disertai anemia;
  3. Wajah seperti bulan (moon face), wajah menonjol ke luar, lipatan naso labial;Pengeringan selaput mata (conjunction xerosis);Bintik bilot (Bilot’s sport);Pengeringan kornea (cornea xerosis).
  4. Tanda-tanda pada mata, antara lain pada Selaput mata pucat;Keratomalasia, keadaan permukaan halus/ lembut dari keseluruhan bagian tebal atau keseluruhan kornea;    Angular palpebritis.Sedangkan pada bibir terjadi Angular stomatitis;Jaringan parut angular; Cheilosis.
  5. Tanda-tanda padda lidah, Edema dari lidah; Lidah mentah atau scarlet; Lidah magenta;Atrofi papila (papilla atrophic).
  6. Tanda-tanda pada gigi: Mottled enamel;Karies gigi; Pengikisan (attrition);Hipolasia enamel (enamel hypoplasia);Erosi email (enamel erosion).
  7. Tanda-tanda pada gusi : Spongy bleeding gums, yaitu bunga karang keunguan atau merah yang membengkak pada papila gigi bagian dalam dan atau tepi gusi.
  8. Tanda pada Kulit, antara lain : Xerosis, yaitu keadaan kulit yang mengalami kekeringan tanpa mengandung air;Follicular hyperkeratosis;Petechiae. Bintik haemorhagic kecil pada kulit atau membran berlendir yang sulit dilihat pada orang kulit gelap; Pellagrous rash atau dermatosis (spermatitis). Lesi kulit pelagra yang khas adalah area simetris, terdemarkasi (batas) jelas, berpigmen berlebihan dengan atau tanpa pengelupasan kulit (exfoliasi);Flaky-paint rash atau dermatosis;Scrotal and vulval dermatosis; Lesi dari kulit skrotum atau vulva, sering terasa sangat gatal. Infeksi sekunder bisa saja terjadi.
  9. Sedangkan tanda-tanda pada kuku, diantaranya : Koilonychia, yaitu keadaan kuku bagian bilateral cacat berbentuk sendok pada kuku orang dewasa atau karena sugestif anemia (kurang zat besi). Kuku yang sedikit berbentuk sendok dapat ditemukan secara umum hanya pada kuku jempol dan pada masyarakat yang sering berkaki telanjang.
kesmas

Recent Posts

Standar Pengawasan Kualitas Air Bersih Pada Wilayah Bencana

Metode Pengawasan dan Perbaikan Kualitas  Air Bersih Pada Wilayah Bencana Kebutuhan air bersih menjadi sangat…

18 hours ago

Teknis Pelaksanaan Akreditasi Faskes Tahun 2023

Surat Edaran Dirjend Yankes Tentang Pelaksanaan Akreditasi Faskes Tahun 2023 Dirjend Pelayanan Kesehatan, pada tanggal…

1 day ago

Berbagai Faktor Penyebab Gizi Buruk

Alternatif Pemecahan Masalah Gizi Buruk Pada Anak Masalah  gizi  buruk  hingga saat ini maasih merupakan…

2 days ago

Kualifikasi dan Kompetensi Sanitarian

Download Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Nomor 32 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Tenaga Sanitarian…

2 days ago

Standar penilaian Kualitas Udara Ruang

Komponen Standar Penilaian Kualitas Udara dalam Ruang Terdapat beberapa komponen kualitas fisik udara dalam ruangan.…

3 days ago

Seri Pengolahan Limbah cair

Proses Pengolahan Limbah Cair Pengolahan limbah bertujuan mempercepat proses alami pada suatu unit pengolah limbah…

3 days ago