Categories: Public Health

Upaya Penanggulangan GAKY

Strategi dan Upaya Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)

Menurut beberapa literatur, termasuk diantaranya modul Peningkatan Konsumsi Garam Beryodium Direktorat Bina Gizi Masyarakat Depkes RI 2004, di Indonesia terdapat beberapa strategi (baik jangka pendek maupun jangka panjang) sebagai upaya penanggulangan Dampak Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) sebagai berikut :

Strategi jangka panjang, antara lain dengan melakukan tiga kegiatan berikut :

  1. Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), merupakan sebuah strategi pemberdayakan masyarakat dan komponen terkait agar mempunyai visi dan misi yang sama untuk menanggulangi GAKY melalui kegiatan pemasyarakatan informasi, advokasi, pendidikan/penyuluhan tentang ancaman GAKY bagi kualitas sumber daya manusia. Juga terkait pentingnya mengkonsumsi garam beryodium, law enforcement dan social enforcement, hak memperoleh kapsul beryodium bagi daerah endemik dan penganekaragaman konsumsi pangan.
  2. Surveillans,merupakan kegiatan pemantauan yang dilakukan secara berkesinambungan terhadap beberapa indikator untuk dapat melakukan deteksi dini adanya masalah yang mungkin timbul agar dapat dilakukan tindakan/intervensi sehingga keadaan lebih buruk dapat dicegah. Kegunaan surveillans yaitu mengetahui luas dan beratnya masalah pada situasi terakhir, mengetahui daerah yang harus mendapat prioritas, memperkirakan kebutuhan sumber daya yang diperlukan untuk intervensi, mengetahui sasaran yang paling tepat dan mengevaluasi keberhasilan program.
  3. Iodisasi garam, merupakan kegiatan fortifikasi garam dengan Kalium Iodat (KOI3). Tujuan kegiatan ini agar semua garam yodium yang dikonsumsi masyarakat mengandung yodium minimal 30 ppm. Target program ini 90% masyarakat mengkonsumsi garam beryodium yang cukup (30 ppm).

Sedangkan strategi jangka pendek sebagai upaya penanggulangan GAKY yaitu dengan melakukan kegiatan distribusi kapsul minyak beryodium. Program yang sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 1992 ini dilakukan untuk mempercepat perbaikan status yodium masyarakat bagi daerah endemik sedang dan berat pada kelompok rawan. Kapsul minyak beryodium 200mg diberikan pada Wanita Usia Subur (WUS) sebanya 2 kapsul/tahun, sedangkan untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak SD kelas 1-6 sebanyak 1 kapsul/tahun.

Refference, antara lain :
Depkes, RI. 2004. Peningkatan Konsumsi Garam Beryodium, Direktorat Bina Gizi Masyarakat; Depkes, RI. 2000. Pedoman Distribusi Kapsul Minyak Beryodium, Direktorat Bina Gizi Masyarakat.

Incoming Search Terms:

kesmas

Recent Posts

Manage Your Healthcare Facility Better With A Health Administration Degree

Manage Your Healthcare Facility Better With A Health Administration Degree Get to know the solutions…

14 hours ago

Kebijakan Program Imunisasi Indonesia Terbaru

Kebijakan, Landasan, Hukum, Target,  dan Imunisasi dalam Siklus Hidup   Imunisasi telah menjadi salah satu program…

1 day ago

Penyakit Bersumber Makanan

Food Borne Disease, Penggolongan, dan Macam Penyakit yang Ditularkan Melalui Makanan Penularan penyakit melalui makanan…

2 days ago

Cara Uji Daya Hantar Listrik Air & Air Limbah

Cara Uji Daya Hantar Listrik (DHL) Air dan Air Limbah   Standar Nasional Indonesia (SNI)…

2 days ago

Mekanisme Pemberantasan Vektor DBD Melalui Fogging

Mekanisme Kerja Insektisida pada Aedes Aegypti Angka kejadian penyakit Demam Berdarah yang cenderung sulit turun…

3 days ago

Standar Sanitasi Makanan Jajanan

Aspek Sanitasi dan Standar Makanan Jajanan Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh…

3 days ago