Pengertian Anemia

Penyebab dan Tingkatan Anemia pada Balita

Pengertian Anemia merupakan keadaan dimana terjadi penurunan kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dari nilai normal untuk kelompok tertentu didasarkan atas umur dan jenis kelamin. Kadar haemoglobin pada Balita sebesar 11 gram %. Terdapat tiga tingkatan defisiensi besi, yaitu :

  • Hilangnya Zat Besi (Iron Depletion). Pada tahap ini ditandai dengan pengurangan jumlah cadangan zat besi dalam hati. Tahap ini tingkat transport besi dan hemoglobin normal, tetapi hilangnya cadangan besi ditandai dengan turunnya konsentrasi serum feritin
  • Defisiensi Erythropoiesis besi (Iron-deficienterythropoesis): Pada tahap ini ditandai dengan habisnya seluruh cadangan besi. Akibatnya besi plasma yang mensuplai sel erytropoiesis menurun secara drastis, dan terjadi peningkatan transferin saturasi. Sebaliknya konsentrasi erytrosit protoporphyrin meningkat. Erytrosit protoporphyrin merupakan precursor dari hemee yang terakumulasi dalam sel darah merah ketika suplai zat besi tidak cukup untuk mensintesa hemee. Kadar hemoglobin sedikit menurun, tetapi umumnya masih pada keadaan normal selama erythropoisis berlangsung.
  • Anemia defisiensi besi (Iron-deficient anemia) Pada tahap akhir dari defisiensi besi disebabkan habisnya seluruh cadangan besi dan menurunnya sirkulasi besi yang ditandai dengan adanya mikrositik, hypo anemia. Tanda umum pada tahap ini adalah menurunnya hemoglobin dalam sel darah merah.

Sebagian besar penyebab anemia di Indonesia adalah kekurangan zat besi yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin, sehingga disebut Anemia kekurangan besi atau anemia gizi besi Kekurangan zat besi dalam tubuh dapat disebabkan : kurangnya konsumsi makanan kaya besi, terutama yang berasal dari sumber hewani, kekurangan zat besi karena kebutuhan yang meningkat seperti pada kehamilan, masa tumbuh kembang dan pada penyakit infeksi (malaria dan penyakit kronis lainnya misalnya TBC), kehilangan zat besi yang antara lain karena infeksi cacing, tidak seimbangnya antara kebutuhan tubuh akan zat besi dibandingkan dengan penyerapan dari makanan.

Anemia defisiensi zat besi pada balita menyebabkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan sehingga tidak dapat mencapai tinggi yang optimal dan anak menjadi kurang cerdas juga mudah terkena penyakit infeksi karena daya tahan tubuh menurun. Efek atau akibat dari anemia pada balita adalah penurunan perilaku dan kognitif seperti rentan terhadap penyakit, cengeng, gangguan perkembangan motorik

kesmas

Recent Posts

Indikator Diatom pada Pencemaran Air

Indikator Diatom pada Pencemaran Air Sungai Diatom adalah organisme uniseluler yang termasuk dalam komunitas alga,…

7 hours ago

Resmi, Vaksin Merah Putih Masuk Daftar Vaksin COVID-19

Vaksin Merah Putih atau Inavac, Resmi Masuk Daftar Vaksin digunakan pada Program Pencegahan dan Pengendalian…

19 hours ago

Standar Sistem Distribusi Vaksin

Standar dan Sistem Distribusi Vaksin Program Imunisasi Program Imunisasi secara global sudah terbukti efektif dalam…

1 day ago

Jarak Septic Tank

Jarak Aman antara Septic Tank dengan Sumur Gali Pada penelitian yang dilakukan oleh Gotaas, dkk…

2 days ago

Pengertian Sikap

Faktor yang mempengaruhi Sikap Sikap dan perilaku, merupakan dua sisi mata uang, berbeda namun seiring.…

2 days ago

Update Jadwal Imunisasi Rutin 2023

Tambahan Jenis dan Jadwal Pemberian Vaksin Baru Pada Imunisasi Rutin Tahun 2023 Sebagaimana kita ketahui,…

3 days ago