Archives for 

Public Health

KLB Berdasarkan Variabel Waktu

Cara Menggambarkan KLB Berdasarkan Variabel Waktu Menurut Kemenkes (2017), variasi kejadian kasus-kasus suatu penyakit dalam suatu populasi menurut waktu biasanya disebut pola temporal penyakit yang digunakan untuk menggambarkan pola temporal penyakit; periode KLB, yang panjangnya bervariasi tergantung dari lamanya KLB yang bersangkutan. Dari gambaran periode waktu insidens suatu penyakit merupakan pertimbangan yang penting dalam memastikan […] Continue reading →

Jabatan Fungsional Epidemiologi

Dasar Hukum dan Unsur Penilaian Angka Kredit Fungsional Epidemiologi Menurut pengertian umum yang kita ketahui selama ini, Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang distribusi, frekuensi, dan determinan penyakit pada populasi. Termasuk dalam pengertian ini Distribusi berdaasarkan  Orang, tempat, waktu. Sedangkan pengertian Frekuensi, merupakan ukuran frekuensi termasuk Insiden dan atau prevalen. Pengertian Determinan merupakan faktor risiko, […] Continue reading →

Penyelidikan Epidemiologi MERS-COV

Penyelidikan Epidemiologi Dan Penanggulangan KLB MERS-COV Apabila ditemukan 1 kasus MERS-CoV konfirmasi maka dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa, dan dilakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut serta pengendalian sesuai hasil penyelidikan. Tujuan Penyelidikan Epidemiologi KLB Mengetahui besar masalah KLB dan mencegah penyebaran yang lebih luas. Sedangkan tujuan Khusus, antara lain: Mengetahui karakteristik epidemiologi, klinis dan virus. Mengidentifikasi […] Continue reading →

Karakteristik Aedes Aegyti

Demam Derdarah dan Kakteristik Nyamuk Aedes Aegypti Masalah yang selalu menghantui kita setiap tahun, khususnya jajaran kesehatan dan publik health community, adalah penyakit demam berdarah. Penyakit yang pertama kali ditemukan 1968 di Surabaya dan Jakarta ini, hampir setiap tahun menjadi primadonoa Kejadian Luar Biasa (KLB DBD), walupun tahun 2011 ini terjadi penurunan signifikan dibandingkan tahun […] Continue reading →

Prosedur Pelacakan kasus AFP

 Prosedur Pelacakan dan Pengiriman Specimen kasus AFP Untuk meningkatkan sensitifitas penemuan kasus polio, maka pengamatan dilakukan pada semua kelumpuhan yang terjadi secara akut dan sifatnya flaccid (layuh), seperti sifat kelumpuhan pada poliomielitis. Penyakit-penyakit ini—yang mempunyai sifat kelumpuhan seperti poliomielitis—disebut kasus Acute Flaccid Paralysis (AFP) dan pengamatannya disebut sebagai Surveilans AFP (SAFP). Surveilans AFP adalah pengamatan […] Continue reading →

ORI Sporadis dan Partial ?

ORI, SOP, dan kepastian harus berapa kali diimunisasi Tahun 2018 ditandai dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri di seluruh wilayah Jawa Timur. Sebagai respon standar KLB tersebut kemudian dilaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI). Dilakukan dengan mengimunisasi seluruh sasaran usia 1 s/d 19 tahun. Tuntas tiga kali. Seluruh potensi sumber daya bergerak. Digerakkan menuju satu […] Continue reading →

Food Borne Disease

Peran Makanan dalam Penularan Berbagai Penyakit Penularan penyakit melalui makanan (food borne disease) dapat digolongkan menjadi food infection dan food poisoning, sebagai berikut : Food Infection: Adalah masuknya mikroorganisme dalam makanan, berkembang biak sangat banyak dan dimakan orang dimana mikroorganisme tersebut menyebabkan sakit. Jenis-jenis mikroorganisme yang paling sering Salmonella, Shigella, E. coli, Vibrio cholerae, Vibrio […] Continue reading →

Epidemiologi Schistosomiasis

Epidemiologi  Schistosomiasis di Indonesia Schistosomiasis adalah penyakit parasit kronis yang menginfeksi  lebih dari 200 juta orang di 74 negara di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang, menyebabkan sekitar 20.000 kematian per tahun. Schistosomes juga penyakit patogen penting bagi beberapa spesies hewan domestik dan menyebabkan kerugian ekonomi di daerah endemik. Penyakit ini terkait dengan produksi harian […] Continue reading →

Penyebab Anemia Pada Bumil

 Penyebab dan Prosedur Penentuan Anemia Pada Ibu Hamil Anemia adalah masalah maternal yang signifikan selama kehamilan. Kadar hemoglobin yang kurang dari 11 g/dL atau hematokrit yang kurang dari 33% hendaknya dievaluasi dan diterapi untuk menghindari transfusi darah dan komplikasinya (Biswas, 1994). Anemia ibu hamil adalah kondisi dimana sel darah merah menurun atau menurunnya kadar Hb […] Continue reading →

Tanda Klinis Gizi Buruk

Pengertian dan Gejala Klinis Kurang Energi Protein (KEP) Menurut WHO, gizi buruk adalah salah satu masalah gizi akibat konsumsi makanan yang tidak cukup mengandung energi dan protein serta karena adanya gangguan kesehatan. Anak disebut gizi buruk apabila berat badannya kurang dari berat badan normal. Pada umumnya penderita gizi buruk berasal dari keluarga yang berpenghasilan rendah […] Continue reading →