Tanda, Gejala, dan Pengobatan Cacar Monyet

Tanda dan gejala, Transmisi, Pencegahan, serta Pengobatan Monkeypox

Saat ini viral berita cacar monyet (monkeypox). Ternyata kasus monkeypox sudah mulai terdiagnosis sejak tahun 1970. Jika kita buka situs CDC.gov, mayoritas kasus terjadi di negara-negara Afrika, dengan sebagian lagi terlacak di Inggris dan Amerika. Apa dan bagaimana penularan monkeypox? Berikut beberapa disarikan dari beberapa sumber.

Tanda dan gejala

Pada manusia, gejala-gejala monkeypox serupa, namun  lebih ringan daripada gejala-gejala cacar. Gejala awal Monkeypox berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Beberapa gejala awal biasanya dimulai dengan: Demam, Sakit kepala, Nyeri otot, Sakit punggung, Pembengkakan kelenjar getah bening, Panas dingin, Kelelahan. Dalam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya demam, pasien mengalami ruam, seringkali dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Secara garis besar, tahap gejala penyakit sebagai berikut:

Setelah virus cacar monyet masuk ke dalam tubuh seseorang, gejalanya akan timbul antara 4-20 hari kemudian (masa inkubasi). Gejalanya sendiri terdiri dari dua fase, yaitu:

  • Fase invasi atau pra-erupsi, terjadi selama 5 hari, dengan gejala awal demam. Suhu tubuh dapat mencapai 38,5-40,5oC, disertai dengan menggigil, keringat dingin, sakit kepala hebat, nyeri punggung, nyeri otot, pembesaran kelenjar getah bening (terutama di daerah leher dan rahang), serta badan lemas.
  • Fase erupsi kulit, terjadi 1-3 hari setelah demam. Pada fase ini muncul ruam kemerahan yang berawal dari wajah kemudian ke seluruh tubuh. Ruam tersebut kemudian berubah menjadi bintik berisi air (lenting), bernanah, dan menjadi koreng (krusta) yang dapat lepas.
  • Selain gejala di atas, penderita cacar monyet juga dapat mengalami komplikasi, seperti infeksi bakteri pada luka, infeksi paru (pneumonia), gangguan pernapasan, infeksi mata, kebutaan, hingga radang otak (ensefalitis).
  • Untuk menetapkan diagnosis, selain gejala klinis juga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium, terutama dari cairan lesi kulit penderita

Perbedaan utama antara gejala cacar dan monkeypox adalah bahwa monkeypox menyebabkan kelenjar getah bening membengkak (limfadenopati) sedangkan cacar tidak. Masa inkubasi (waktu dari infeksi hingga gejala) untuk monkeypox biasanya 7-14 hari tetapi bisa berkisar 5-21 hari. Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2-4 minggu. Di Afrika, monkeypox telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 diantara 10 penderita penyakit ini.

Transmisi

Penularan virus monkeypox terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan hewan, manusia, atau bahan yang terkontaminasi oleh virus. Virus memasuki tubuh melalui kulit yang luka (bahkan jika tidak terlihat), saluran pernapasan, atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut). Penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau goresan, kontak langsung dengan cairan tubuh atau bahan lesi, atau kontak tidak langsung dengan bahan lesi, seperti melalui alat yang terkontaminasi. Hewan yang terinfeksi umumnya adalah monyet, tupai, dan tikus Gambian. Selain itu, penyebaran penyakit ini juga dapat terjadi dari manusia ke manusia.

Penularan dari manusia ke manusia diperkirakan terjadi terutama melalui doplet. Ketika penderita batuk, bersin, orang-orang di sekitarnya dapat terinfeksi. Penularan dari manusia ke manusia lainnya termasuk kontak langsung dengan cairan tubuh atau bahan lesi, dan kontak tidak langsung dengan bahan lesi, seperti melalui pakaian atau linen yang terkontaminasi.

Meskipun reservoir (pembawa penyakit utama) dari monkeypox masih belum diketahui secara pasti, namun tikus Afrika diduga berperan dalam transmisi. Virus yang menyebabkan monkeypox hanya ditemukan dua kali dari hewan di alam. Pada kasus  tahun 1985, virus itu ditemukan dari tikus Afrika (tupai tali) yang sakit di Wilayah Equateur di Republik Demokratik Kongo. Kasus tahun 2012, virus ditemukan dari bayi mangabey mati yang ditemukan di Taman Nasional Tai, Pantai Gading.

Pencegahan

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus monkeypox:

  1. Hindari kontak dengan hewan yang berpotensi terdapat virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana monkeypox terjadi).
  2. Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang telah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
  3. Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang bisa berisiko terinfeksi.
  4. Cuci tangan dengan baik setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi. Misalnya, mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  5. Gunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien.

Pengobatan

Saat ini, belum terdapat pengobatan yang terbukti dan aman untuk infeksi virus monkeypox. Pengobatan umumnya bertujuan untuk mengurangi gejala seperti demam, nyeri kepala, nyeri otot.

Misalnya untuk tujuan mengendalikan wabah monkeypox di Amerika Serikat, dilakukan dengan vaksin cacar (smallpox), antiviral, dan vaccinia imuno globulin (VIG). Berita baiknya, cacar monyet umumnya bersifat  self-limited atau dapat sembuh sendiri. Biasanya proses ini memerlukan  waktu 2-4 minggu. Komplikasi berat atau kematian umumnya terjadi karena kondisi penyulit pada pasien, seperti gizi buruk.

Sumber: CDC dan lain-lain sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.