About kesmas

Website:
kesmas has written 692 articles so far, you can find them below.

Standar Pengawasan Kualitas Air Bersih Pada Wilayah Bencana

Metode Pengawasan dan Perbaikan Kualitas  Air Bersih Pada Wilayah Bencana Kebutuhan air bersih menjadi sangat penting pada wilayah bencana, khususnya pada daerah pengungsian. Dari aspek kesehatan, kecukupan air bersih sangat penting, misalnya terkait dengan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit diare. Penyakit diare merupakan penyakit menular yang sangat potensial terjadi di daerah pengungsian maupun wilayah bencana. […] Continue reading →

Penyelenggaraan Posyandu

Pengelolaan dan Peran Kader pada Kegiatan Posyandu Berbagai upaya harus diusahakan untuk selalu meningkatkan peran dan fungsi Posyandu. Salah satu peran penting dilakukan oleh kader dalam penyelenggaraan Posyandu, Kader berperan sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat. Kader juga sebagai penggerak sasaran masyarakat untuk datang ke Posyandu. Dalam penyelenggaraannya, pengelolaan Posyandu dipilih dilakukan oleh masyarakat. Hal […] Continue reading →

Epidemiologi Leptospirosis

Definisi, Faktor Lingkungan, dan Gejala Leptospirosis Berdasarkan laporan The Leptospirosis Information Center, pada rentang tahun 1999 – 2000, telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) leptospirosis di India, Thailand, Perancis, Amerika, Brazil, Uruguay, Indonesia dan beberapa negara lainnya. Pada tahun 2000 case fatality rate (CFR) leptospirosis di Indonesia menempati urutan ketiga di dunia (16,7%) setelah Uruguay […] Continue reading →

Prosedur Pengendalian Pencemar dalam Ruangan

 Metode Pengendalian Pencemaran Bau dan Jamur dalam Ruangan (Tulisan ini sebagai lanjutan seri pencemaran udara) Yang dimaksud dengan bau- bauan di lingkungan kerja adalah bau yang tidak enak dan mengganggu kenyamanan kerja. Bau- bauan dapat mengganggu kesehatan dan produktivitas kerja.Di lingkungan kerja, menurut Sudrajat (1989), bau- bauan dapat dikendalikan  antara lain dengan cara sebagai berikut: […] Continue reading →

Fenomena Mudik dan Epidemiologi Kecelakaan

 Melihat Fenomena Kecelakaan lalu lintas dengan Pendekatan Epidemiologi Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas yang tercatat sejak 11 Agustus (H-8) hingga 25 Agustus (H+5) Lebaran 2012, sebanyak 4.704 kejadian.  Dari jumlah ini korban meninggal dunia sebanyak 820 orang (data sementara Korlantas Polri, 27 September 2012). Berdasarkan data ini maka Case Fatality Rate 17,43 % , lebih […] Continue reading →

Surveilans dan Penularan Schistoma Japonicum

 Mekanisme Penularan Schistosoma Japonicum Schistosomiasis atau demam keong merupakan penyakit parasitik yang disebabkan oleh infeksi cacing genus Schistosoma (Miyazaki, 1991). Terdapat lima jenis schistosoma penyebab paling banyal kasus chistosomiasis pada orang, yaitu Schistosoma hematobium menginfeksi saluran kemih, Schistosoma mansoni, Schistosoma japonicum, Schistosoma mekongi, dan Schistosoma intercalatum yang menginfeksi usus dan hati, serta Schistosoma mansoni yang […] Continue reading →

Vaksin Kombinasi

Proteksi dan Tantangan Vaksin Kombinasi Sebagaimana kita ketahui, secara umum pengertian Vaksin adalah suatu produk biologis yang terbuat dari kuman, komponen kuman (bakteri, virus atau riketsia), atau racun kuman (toxoid) yang telah dilemahkan atau dimatikan dan akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Sedangkan berbagai jenis Vaksin di Indonesia yang kita kenal antara […] Continue reading →

Penyelidikan Epidemiologi MERS-COV

Penyelidikan Epidemiologi Dan Penanggulangan KLB MERS-COV Apabila ditemukan 1 kasus MERS-CoV konfirmasi maka dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa, dan dilakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut serta pengendalian sesuai hasil penyelidikan. Tujuan Penyelidikan Epidemiologi KLB Mengetahui besar masalah KLB dan mencegah penyebaran yang lebih luas. Sedangkan tujuan Khusus, antara lain: Mengetahui karakteristik epidemiologi, klinis dan virus. Mengidentifikasi […] Continue reading →

Penyebab Terjadinya KIPI

Faktor Pencetus dan factor yang berpengaruh terhadap Kejadian Pasca Imunisasi (KIPI) Peningkatan penggunaan vaksin berpotensi meningkatkan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Untuk mengetahui faktor penyebab KIPI antara lain diperlukan pelaporan pencatatan dari semua reaksi yang timbul setelah pemberian imunisasi. Terdapat beberapa sarana untuk memantau kejadian KIPI, antara lain dengan menerapkan sistim surveilans sehingga didapatkan profil […] Continue reading →

Prosedur Manajemen Terpadu Balita Sakit Pada Bayi

 Prosedur MTBS pada Bayi Umur 1 Hari s/d 2 Bulan Manajemen terpadu Balita Sakit atau MTBS adalah suatu paket program komprehensif yang memadukan upaya promotif dan kuratif melalui pendekatan pelayanan balita sakit di rawat jalan dengan identifikasi penyakit-penyakit yang ada secara akurat, mengkombinasikan pengobatan semua penyakit tersebut, merujuk penyakit yang berat secara cepat, menilai status […] Continue reading →