Pengobatan DOTS TB Paru

 Pengobatan Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) pada Penyakit TB Paru Situasi TB paru di dunia semakin memburuk, jumlah kasus TB paru meningkat dengan kegagalan tingkat kesembuhan relatif tinggi, terutama pada negara yang dikelompokkan dalam 22 negara dengan masalah TB paru besar (high burden countries). Menyikapi hal tersebut, pada tahun 1993, WHO mencanangkan TB paru sebagai […] Continue reading →

Inspeksi Sanitasi Hotel Melati

 Penilaian Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan Hotel Melati Penilaian pemeriksaan kesehatan hotel melati ini mempergunakan From. H. 2 B, dengan dasar hukum pelaksanaan mempergunakan Lampiran Keputusan Dirjen PPM & PLP Nomor : 95 / – I / PD. 03. 04. LP. Tanggal 25 Mei 1991             Checklist penilaian Kesehatan Hotel Melati secara […] Continue reading →

Siklus Hidup Aedes Aegypti

 Tahap Telur, Jentik, Kepompong, dan Tahap Dewasa Nyamuk Aedes Aegypti Penyakit demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Ae.aegypti dan Ae. albopictus, tetapi yang menjadi vektor utama adalah Ae. aegypti. Cara memberantas vektor DBD yang paling tepat adalah dengan cara pengelolaan lingkungan. Pengelolaan sanitasi lingkungan yang dapat diterapkan di masyarakat dalam rangka menekan sumber habitat larva […] Continue reading →

Metode Pemberantasan DBD

 Beberapa Alternatif Pemberantasan Nyamuk Demam Berdarah Dengue Sebagaimana kita ketahui penyakit DBD pertama kali diakui saat terjadi epidemi di Filipina dan Thailand tahun 1950. Sementara Surabaya dan Jakarta merupakan kota-kota pertama ditemukannya penyakit demam berdarah dengue di Indonesia pada tahun 1968. Pada awal ditemukan jumlah kasus yang dilaporkan sebanyak 58 kasus dengan jumlah kematian 24 […] Continue reading →

Dampak Kesehatan Cacing Cambuk

Soil Transmitted Helminth Karena Cacing Cambuk (Trichuris trichiura) Soil Transmitted Helminth (STH) adalah cacing yang dalam siklus hidupnya memerlukan stadium di tanah yang sesuai untuk berkembang menjadi bentuk infektif bagi manusia. Jenis STH yang paling penting yang penularannya melalui lalat sebagai vektor mekanik adalah Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura. Kedua jenis cacing ini termasuk dalam […] Continue reading →

Surveilans dan Penularan Schistoma Japonicum

 Mekanisme Penularan Schistosoma Japonicum Schistosomiasis atau demam keong merupakan penyakit parasitik yang disebabkan oleh infeksi cacing genus Schistosoma (Miyazaki, 1991). Terdapat lima jenis schistosoma penyebab paling banyal kasus chistosomiasis pada orang, yaitu Schistosoma hematobium menginfeksi saluran kemih, Schistosoma mansoni, Schistosoma japonicum, Schistosoma mekongi, dan Schistosoma intercalatum yang menginfeksi usus dan hati, serta Schistosoma mansoni yang […] Continue reading →

Epidemiologi Malaria

 Malaria dan Siklus Hidup Plasmodium Menurut WHO (2005), malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di lebih dari 100 negara. Sementara menurut Kemenkes RI (2011), jumlah penderita malaria di dunia diperkirakan sekitar 3 00-500 juta kasus klinis setiap tahun. Di Indonesia malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan merupakan salah satu penyebab kematian terutama pada kelompok […] Continue reading →

Surveilans Kematian Maternal

Surveilans Epidemiologi Kematian Ibu Diantara beberapa tujuan dan indikator Millenium Development Goals (MDGs), penurunan angka kematian ibu di Indonesia masih sangat lambat bergerak. Berdasarkan data, angka kematian ibu melahirkan tidak mengalami penurunan dalam 5 tahun terakhir. Berdasarkan target 102 kematian per 100.000 kelahiran pada tahun 2015, angka kematian ibu saat ini masih pada angka 228 […] Continue reading →

Pencegahan Hepatitis B dengan Imunisasi

Cara Efektif Mencegah Penyakit Hepatitis B Pada Anak Kita Cara mencegah hepatitis B paling efektif dilakukan dengan imunisasi. Vaksin hepatitis B dapat diberikan secara aman kepada bayi-bayi tidak lama sesudah kelahiran dan selama masa pertumbuhan. Terdapat beberapa strategi dasar dan utama utama untuk mencegah infeksi Virus Hepatitis B. Pada negara maju, strategi efektif dapat dilakukan […] Continue reading →

Standar Pembuangan Tinja

 Standar dan Syarat Pembuangan Tinja Akses masyarakat terhadap sarana sanitasi khususnya jamban, saat ini masih jauh dari harapan. Berbagai kampanye dan program telah banyak dilakukan, terakhir dengan pemberlakuan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Berbagai upaya tersebut sebetulnya bermuara pada terpenuhinya akses sanitasi masyarakat, khususnya jamban. Namun akses tersebut selain berbicara kuantitas yang terpenting adalah […] Continue reading →