Download Permenkes 374/MENKES/PER/III/2010 Tentang Pengendalian Vektor

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 374/MENKES/PER/III/2010 Tentang Pengendalian Vektor Beberapa pertimbangan diterbitkannya Permenkes ini diantaranya: bahwa penyakit yang ditularkan melalui vektor masih menjadi penyakit endemis yang dapat menimbulkan wabah atau kejadian luar biasa serta dapat menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian atas penyebaran vektor; bahwa upaya pengendalian vector lebih dititikberatkan […] Continue reading →

Daya Hantar Listrik (DHL) Air Limbah

Cara Uji Daya Hantar Listrik (DHL) Air dan Air Limbah Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-6989.1-2004, Air dan air limbah – Bagian 1: Cara uji daya hantar listrik (DHL). SNI ini diterapkan untuk pengujian parameter-parameter kualitas air dan air limbah. Peraturan yang digunakan sebagai dasar adalah Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air, […] Continue reading →

Pengertian, Tipe, Kurang Energi Protein

Gejala Klinis Marasmus-Kwasiorkor-Marasmus Kwasiorkor Kurang Energi Protein (KEP) merupakan salah satu penyakit gangguan gizi yang disebabkan oleh kekurangan energi maupun protein dalam proporsi yang berbeda-beda, pada derajat yang ringan sampai berat.   Beberapa pengertian Kurang Energi Protein (KEP): KEP adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari dan atau […] Continue reading →

Stunted pada Balita

 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Status gizi bayi dan balita merupakan salah satu indikator gizi masyarakat, dan bahkan telah dikembangkan menjadi salah satu indikator kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikarenakan masa bayi dan balita merupakan salah satu masa penting untuk kelangsungan hidup dan tumbuh kembang. Masa ini juga merupakan salah satu masa yang paling […] Continue reading →

Indikator Pencemaran secara Biologis

Indikator Bentos Indikator Biologis Pencemaran Pada kebanyakan habitat akuatik seperti pada aliran yang mengalir (lotic), jika kualitas airnya mendukung keanekaragaman komunitas makro-invertebrata, maka akan terjadi keseimbangan antara spesies terhadap jumlah individu yang ada. Yang dimaksud makro-invertebrata adalah semua jenis hewan berukuran makroskopik, tidak bertulang belakang, dapat hidup melayang, menempel pada substrat, pada vegetasi dan pada […] Continue reading →

Surveilans Haji

Penyakit Potensial Diwaspadai pada Pelaksanaan Surveilans dan Kesehatan Haji Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 1999 Tentang  Penyelenggaraan Ibadah Haji, Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang merupakan kewajiban bagi setiap orang Islam yang mampu menunaikannya. Sedangkan pengertian penyelenggaraan ibadah haji adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan pelaksanaan ibadah haji. Sesiai […] Continue reading →

Klinik Sanitasi

Tujuan, Sasaran dan Strategi Program Klinik Sanitasi Puskesmas Sebetulnya program Klinik Sanitasi sudah mulai diperkenalkan dan dilaksanakan sejak tahun 2003. Namun dibanyak tempat program ini seperti jalan di tempat, tanpa tanda-tanda kehidupan, dengan segudang permasalahan dan alasan. Jikapun ada, dibanyak tempat, kegiatan klinik sanitasi seperti bergerak tanpa esensi, dan sebatas sekedar gerakan diatas kertas. Untuk […] Continue reading →

Jabatan Fungsional Epidemiologi

Dasar Hukum dan Unsur Penilaian Angka Kredit Fungsional Epidemiologi Menurut pengertian umum yang kita ketahui selama ini, Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang distribusi, frekuensi, dan determinan penyakit pada populasi. Termasuk dalam pengertian ini Distribusi berdaasarkan  Orang, tempat, waktu. Sedangkan pengertian Frekuensi, merupakan ukuran frekuensi termasuk Insiden dan atau prevalen. Pengertian Determinan merupakan faktor risiko, […] Continue reading →

Epidemiologi Leptospirosis

Definisi, Faktor Lingkungan, dan Gejala Leptospirosis Berdasarkan laporan The Leptospirosis Information Center, pada rentang tahun 1999 – 2000, telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) leptospirosis di India, Thailand, Perancis, Amerika, Brazil, Uruguay, Indonesia dan beberapa negara lainnya. Pada tahun 2000 case fatality rate (CFR) leptospirosis di Indonesia menempati urutan ketiga di dunia (16,7%) setelah Uruguay […] Continue reading →

Foodborne Diseases pada Warung Makanan

Pengertian dan Kriteria Warung Makanan atau Street Food dan Perannya pada Penularan Penyakit Menurut Abdussalam (1993), sejumlah kasus infeksi bakteri bawaan makanan dan keracunan telah ditemukan pada makanan jalanan. Kolera, hepatitis A, tipus dan penyakit lainnya dapat ditularkan melalui makanan. Namun belum ditemukan bukti yang meyakinkan bahwa makanan jalanan penyebab dominan terjadinya transmisi infeksi dan […] Continue reading →